Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 29 Mei 2026 | Investor asing mencatatkan aksi jual bersih di pasar saham domestik senilai Rp 3,96 triliun pada 25-26 Mei 2026. Aksi jual investor asing secara masif menyasar berbagai saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia selama periode tersebut. Di tengah tekanan jual, investor asing tetap melakukan pembelian pada sejumlah saham tertentu seperti MDKA dan beberapa emiten lainnya.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu sasaran utama aksi jual asing. Pada perdagangan Selasa, saham BBCA dijual Rp 359,76 miliar, sedangkan pada hari sebelumnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan nilai Rp 226,20 miliar.
Menariknya, meski saham BBCA menjadi bulan-bulanan, perusahaan ini masih menjadi salah satu saham dividen terbesar 2026. Saham BBCA berada di peringkat keempat dengan kepemilikan bobot indeks sebesar 12,46%.
IHSG juga mengalami penguatan terbatas, dengan sektor saham teknologi pimpin penguatan. Namun, investor asing masih melanjutkan aksi jual di pasar saham domestik dalam dua hari perdagangan terakhir.
Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membekukan penyesuaian berkala saham pada Mei 2026 karena harga saham konsisten di level gocap. Potensi keluarnya GOTO dari indeks MSCI dapat mengurangi minat investor asing terhadap saham perusahaan di pasar modal Indonesia.
Di sisi lain, investor Asia Tenggara mulai melirik investasi saham Amerika Serikat (AS) sebagai pilihan diversifikasi favorit. Kinerja saham emiten bank jumbo seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kompak ambrol.
Kesimpulan, investor asing tetap melakukan aksi jual di pasar saham domestik, dengan saham BBCA menjadi salah satu sasaran utama. Namun, perusahaan ini masih menjadi salah satu saham dividen terbesar 2026. IHSG juga mengalami penguatan terbatas, dengan sektor saham teknologi pimpin penguatan.
