Arab Saudi Siap Menyambut Jemaah Haji 2026 di Tengah Konflik Timur Tengah

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 25 Mei 2026 | Lebih dari 1,5 juta jemaah haji telah tiba di Arab Saudi dari luar negeri untuk menunaikan ibadah haji, menurut seorang pejabat dari Kerajaan tersebut. Angka ini melebihi jumlah jemaah haji internasional tahun lalu dan tercapai meski tahun ini terjadi perang di Timur Tengah.

Konflik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu menyebabkan Teheran memerintahkan serangkaian serangan terhadap target di Arab Saudi dan di seluruh Teluk, yang mengakibatkan gangguan lalu lintas udara yang meluas dan menyebabkan biaya perjalanan melonjak.

Baca juga:

Maskapai penerbangan utama di Teluk di Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Bahrain, telah berupaya untuk segera memulihkan sebagian besar kapasitas operasional mereka setelah berminggu-minggu penutupan wilayah udara dan pembatalan penerbangan.

Terlepas dari komplikasi tersebut, jemaah haji terus berdatangan ke Arab Saudi untuk mengikuti ibadah haji tahun ini. Pemerintah Arab Saudi telah memastikan kesiapan penyelenggaraan haji 2026, termasuk proses pemotongan dam yang akan dimulai pada 10 Zulhijah atau Rabu, 27 Mei 2026 melalui lembaga Adahi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan jemaah haji Indonesia dapat memeriksa notifikasi di aplikasi Nusuk untuk memastikan proses pembayaran dan pemotongan dam di Arab Saudi telah berjalan. Pemerintah juga memastikan proses itu berjalan transparan.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah meminta negara-negara Arab dan Muslim untuk mengakui Israel sebagai bagian dari perjanjian damai. Permintaan ini telah menimbulkan kejutan dan ketidakpastian di kalangan pemimpin Arab dan Muslim.

Dalam sebuah konferensi pers, Trump mengatakan bahwa ia ingin melihat negara-negara Arab dan Muslim bergabung dengan Perjanjian Abraham, yang merupakan perjanjian damai antara Israel dan beberapa negara Arab. Ia juga mengatakan bahwa ia ingin melihat Iran bergabung dengan perjanjian tersebut, meskipun Tehran telah menolak mengakui Israel sebagai negara yang sah.

Konflik di Timur Tengah telah menyebabkan ketidakpastian dan kekhawatiran akan penyelenggaraan ibadah haji. Namun, pemerintah Arab Saudi telah berupaya untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan haji 2026 dan memastikan keselamatan jemaah haji.

Dalam beberapa minggu terakhir, Arab Saudi telah mengalami hujan lebat yang telah menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur. Namun, pemerintah telah berupaya untuk memulihkan situasi dan memastikan kesiapan penyelenggaraan haji 2026.

Dengan demikian, jemaah haji dapat merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi telah berupaya untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan haji 2026 dan memastikan keselamatan jemaah haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *