Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 Mei 2026 | RC Lens sukses mengukir sejarah baru setelah berhasil merengkuh gelar juara Piala Prancis untuk pertama kalinya. Kepastian tersebut didapat usai tim berjuluk Les Sang et Or itu menekuk OGC Nice dengan skor meyakinkan 3-1 pada partai final di Stadion Stade de France, Saint-Denis, Paris.
Tiga gol kemenangan Lens masing-masing dicetak oleh Florian Thauvin, Odsonne Edouard, dan Abdallah Sima. Sementara itu, Nice hanya sempat memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Djibril Coulibaly pada masa injury time babak pertama.
Keberhasilan ini menjadi sejarah bagi Lens yang sebelumnya harus puas menjadi runner-up sebanyak tiga kali, yakni pada edisi 1948, 1975, dan 1998. Sebaliknya, hasil ini menjadi kekalahan ketiga bagi Nice di partai puncak Coupe de France setelah sebelumnya juga takluk pada tahun 1978 dan 2022.
Lens langsung memperagakan permainan menekan sejak peluit babak pertama dibunyikan. Hasilnya, laga baru berjalan 25 menit, Florian Thauvin berhasil memecah kebuntuan lewat sepakan terukur yang mengubah skor menjadi 1-0.
Menjelang turun minum, dominasi Lens kian terasa setelah Odsonne Edouard sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-42 lewat sundulan terarah yang gagal dihalau kiper lawan.
Namun, Nice tidak tinggal diam. Tepat pada menit ke-45+3, berawal dari skema serangan cepat, Djibril Coulibaly menghidupkan asa Nice melalui sundulan kepala tajam yang merobek jala gawang Lens.
Skor 2-1 menutup paruh pertama. Memasuki babak kedua, Nice yang tertinggal satu gol mencoba menekan pertahanan Lens. Les Aiglons nyaris menyamakan kedudukan melalui tandukan keras Antoine Mendy, namun dewi fortuna belum berpihak karena bola membentur tiang gawang.
Asa Nice untuk bangkit akhirnya sirna pada menit ke-78. Memanfaatkan kemelut akibat bola liar di dalam kotak penalti Nice, Abdallah Sima bergerak cepat menyambar bola dan mengubah papan skor menjadi 3-1.
Nice sempat memberikan respons instan dan mengancam gawang Lens melalui sontekan Kail Boudache, tetapi bola lagi-lagi membentur tiang kiri gawang.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 3-1 untuk kemenangan historis Lens tetap bertahan.
Kemenangan ini menandai akhir dari penantian panjang Lens untuk meraih trofi, yang sebelumnya terakhir kali mereka menang pada tahun 1999. Dengan ini, Lens juga berhasil meraih slot otomatis ke Liga Champions Eropa musim depan.
Sementara itu, Nice harus berjuang untuk mempertahankan status liga utama mereka dengan menghadapi St Etienne dalam pertandingan playoff.
Dalam perayaan kemenangan, pemain Lens merayakan keberhasilan mereka dengan penuh kegembiraan. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung yang telah setia mendukung mereka sepanjang musim.
Dengan kemenangan ini, RC Lens membuktikan bahwa mereka adalah tim yang kuat dan layak menjadi juara Piala Prancis. Mereka telah menunjukkan kemampuan dan dedikasi yang tinggi sepanjang musim, dan kemenangan ini adalah bukti dari kerja keras mereka.
