Pemprov Jakarta Pertimbangkan Dua Jalur LRT Baru, Manggarai‑Dukuh Atas Dihadapkan pada Keberadaan KRL

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 April 2026 | Jakarta, 11 April 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih berada dalam fase kajian intensif untuk menambah jaringan LRT setelah fase 1B (Velodrome‑Manggarai) selesai. Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa dua alternatif utama menjadi fokus utama: perpanjangan jalur dari Manggarai ke Dukuh Atas (Fase 1C) dan pembangunan jalur baru dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS) (Fase 2A). Keputusan akhir belum ditetapkan karena masih diperlukan analisis ekonomi, teknis, serta dampak terhadap jaringan transportasi yang sudah ada.

Menurut Pramono, pertimbangan utama pada opsi Manggarai‑Dukuh Atas adalah keberadaan jaringan KRL Commuter Line yang sudah melintasi rute tersebut. “Wilayah Manggarai hingga Dukuh Atas telah memiliki banyak alternatif transportasi publik, termasuk KRL. Jadi, secara ekonomis kami harus memastikan apakah penambahan LRT di segmen ini memberikan nilai tambah yang signifikan,” ujarnya dalam konferensi pers pada Jumat, 10 April 2026.

Baca juga:

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan masukan bahwa stasiun Manggarai adalah salah satu simpul paling sibuk, melayani ribuan penumpang KRL setiap harinya. Stasiun ini juga menjadi titik transfer penting bagi penumpang yang melanjutkan perjalanan ke pusat kota menggunakan bus atau taksi. Penambahan LRT di kawasan yang sama berpotensi menambah beban operasional, namun juga dapat meningkatkan kapasitas transportasi jika direncanakan secara terpadu.

Sementara itu, opsi kedua yang melibatkan jalur Kelapa Gading‑JIS telah mendapatkan persetujuan perencanaan. Rute tersebut akan melewati wilayah Tanjung Priok dan JIS, menghubungkan daerah timur laut Jakarta dengan pusat olahraga internasional. “Rute ini sudah masuk dalam persetujuan, tinggal pembangunan. Namun kami tetap harus menilai kebutuhan anggaran dan prioritas operasional,” kata Pramono.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, menambahkan bahwa perusahaan tidak akan berhenti memperluas jaringan LRT hanya sampai Manggarai. “Kami sedang menyusun masterplan LRT Jakarta yang mencakup kedua opsi tersebut. Keberlanjutan jaringan setelah fase 1B sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada jalur KRL yang sudah padat,” ujarnya pada pertemuan di Taman Ismail Marzuki pada 6 Maret 2026.

Dalam rapat internal yang telah dilaksanakan tiga kali, tim teknis Pemprov Jakarta memperkirakan biaya total untuk kedua opsi berada di kisaran ratusan miliar rupiah. Analisis awal menunjukkan bahwa pembangunan jalur Kelapa Gading‑JIS memerlukan investasi yang lebih besar karena panjang rutenya, namun juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah timur laut kota.

Penggunaan KRL di Manggarai menjadi sorotan tambahan dalam diskusi. Data KAI mencatat bahwa pada bulan April 2026, rata-rata kepadatan penumpang di stasiun Manggarai mencapai 85 persen kapasitas puncak, dengan tren peningkatan sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah LRT dapat mengalihkan sebagian penumpang KRL atau justru menambah beban pada infrastruktur stasiun.

Para pakar transportasi publik mengingatkan pentingnya integrasi tarif dan jadwal antar moda. “Jika LRT dan KRL tidak sinkron, penumpang akan mengalami kebingungan dan potensi penurunan kepuasan,” ujar Dr. Siti Marlina, dosen Transportasi Universitas Indonesia. Ia menekankan perlunya sistem tiket terintegrasi serta koordinasi operasional yang ketat.

Di luar pertimbangan teknis, proyek kanal banjir Barat yang sedang dikerjakan di wilayah Manggarai‑Roxy juga menjadi faktor pendukung. Pengerukan kanal seluas 3,8 km diharapkan meningkatkan kapasitas aliran air, mengurangi risiko banjir, dan memperbaiki kondisi lingkungan sekitar stasiun Manggarai. “Proyek kanal ini akan menciptakan ruang yang lebih aman bagi infrastruktur transportasi, termasuk potensi pembangunan LRT di masa depan,” tambah Pramono.

Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk menyelesaikan kajian dalam waktu dekat. Keputusan final diharapkan akan diumumkan setelah rapat koordinasi ketiga dengan melibatkan KAI, Jakpro, dan kementerian terkait. Pilihan antara memperkuat jaringan di zona Manggarai‑Dukuh Atas atau membuka koridor baru di Kelapa Gading‑JIS akan menentukan arah pengembangan transportasi massal Jakarta selama dekade berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *