Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 22 Mei 2026 | Protes dan blokade jalan di Bolivia telah memasuki minggu ketiga, dengan jalan raya diblokir di tujuh dari sembilan departemen di negara tersebut. Protes ini dimulai dengan tuntutan dari petani, penambang, guru, dan pekerja pabrik, tetapi telah berkembang menjadi tantangan yang lebih luas terhadap pemerintahan Presiden Rodrigo Paz.
Presiden Paz telah mengumumkan rencana untuk mengubah kabinetnya untuk membuatnya lebih inklusif, serta membentuk dewan ekonomi dan sosial untuk memungkinkan kelompok-kelompok masyarakat sipil memiliki suara dalam kebijakan pemerintah. Namun, protes ini telah menimbulkan kekerasan dan vandalisme, dengan beberapa kasus penyerangan terhadap jurnalis dan kru media.
Organisasi hak asasi manusia dan pers telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kekerasan dan vandalisme, serta menyerukan pemerintah untuk melindungi hak-hak jurnalis dan warga sipil. Sementara itu, pemerintah telah mengeluarkan pernyataan yang menuduh para demonstran mencoba untuk melakukan kudeta.
Situasi di Bolivia saat ini sangat genting, dengan blokade jalan yang menyebabkan kekurangan bahan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan. Pemerintah dan para demonstran perlu mencari solusi yang damai dan konstruktif untuk mengatasi krisis ini.
Krisis di Bolivia juga telah menarik perhatian internasional, dengan beberapa negara dan organisasi internasional mengeluarkan pernyataan yang mendukung pemerintah yang sah dan menyerukan agar para demonstran untuk tidak melakukan kekerasan.
