Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 18 Mei 2026 | ASEAN saat ini berada di tengah kekacauan global yang kompleks, dengan tekanan dari Uni Eropa untuk tidak membeli minyak Rusia, sementara kebutuhan energi di kawasan tersebut terus meningkat. Negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam telah memperkuat kerja sama energi dengan Rusia untuk memastikan pasokan energi yang stabil, meskipun menghadapi tekanan diplomatik dari Barat.
Krisis energi dan pupuk yang melanda Asia Tenggara telah meningkatkan biaya hidup dan inflasi, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan regional. Dalam menghadapi situasi ini, ASEAN harus mencari keseimbangan antara tekanan global dan kebutuhan energi domestik.
Di sisi lain, scammers dan penipuan siber telah menjadi ancaman serius di ASEAN, dengan Sri Lanka menjadi basis operasi baru bagi sindikat penipuan siber yang telah dipindahkan dari negara-negara ASEAN lainnya. Polisi Sri Lanka telah menangkap lebih dari 1.000 orang asing sejak awal tahun ini, sebagian besar dari Cina, Vietnam, dan India, atas dugaan keterlibatan dalam kegiatan penipuan siber.
Dalam konteks superpower rivalry, ASEAN berperan sebagai agen manajemen yang penting dalam menjaga keseimbangan dan stabilitas regional. Dengan mengembangkan model aksi yang mitigasi risiko eskalasi melalui institusionalisasi dialog dan keterlibatan aktor-aktor saingan dalam format umum, ASEAN memainkan peran kunci dalam mempertahankan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Oleh karena itu, ASEAN harus terus berupaya meningkatkan kerja sama dan kordinasi antar negara anggota untuk menghadapi tantangan global yang kompleks dan mempertahankan stabilitas regional.
