Tragedi di Prabumulih: IRT 68 Tahun Tertabrak Kereta Api Babaranjang, Korban Terseret 10 Meter

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Sabtu pagi, 25 April 2026, sekitar pukul 04.45 WIB, sebuah peristiwa mengerikan terjadi di perlintasan rel KM 322+928, Kecamatan Karang Raja, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Seorang ibu rumah tangga berinisial R, berusia 68 tahun dan dikenal dengan nama Rudinem, ditemukan tewas setelah tertabrak kereta api Babaranjang.

Menurut saksi mata, kereta nomor perjalanan 3112 Babaranjang sedang melaju dari arah Muara Enim menuju Palembang ketika menyeberangi perlintasan pasar. Masinis yang mengemudikan kereta tersebut adalah Octa Wibowo (42 tahun) dengan asisten Andi Rachmat K. (38 tahun). Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) melaporkan bahwa korban terlihat berada di sekitar jalur rel sebelum kereta melintas. Karena jarak yang terlalu dekat, korban tidak sempat menghindar dan tubuhnya tertabrak, kemudian terseret sejauh kurang lebih 10 meter.

Baca juga:

Setelah menerima laporan dari warga, petugas Piket Siaga Penanggulangan Kejadian Darurat (SPKT) bersama tim Reskrim dan Unit Identifikasi Polres Prabumulih segera menuju lokasi. Tim melakukan pengamanan area, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta evakuasi korban menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih untuk pemeriksaan lanjutan. Sayangnya, luka berat yang diderita pada beberapa bagian tubuh membuat korban dinyatakan meninggal dunia di tempat.

Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana, menjelaskan bahwa proses penanganan dilakukan secara cepat sesuai prosedur. “Kami langsung melakukan pengamanan, pendataan saksi, dan memastikan area tetap aman,” ujarnya. Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada di sekitar perlintasan kereta api serta memanfaatkan layanan Call Center 110 bila menemukan situasi darurat.

Investigasi lanjutan masih berlangsung. Penyidik meminta keterangan tambahan dari petugas PPKA, saksi, serta rekaman CCTV di sekitar perlintasan untuk mengungkap penyebab pasti mengapa korban berada di tengah rel pada saat kereta melintas. Pihak kepolisian menegaskan bahwa faktor human error dan kurangnya kesadaran akan rambu keselamatan menjadi fokus utama penyelidikan.

Peristiwa ini menambah deretan kecelakaan serupa yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan akhir-akhir ini, menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan warga. Banyak yang mengenal Rudinem sebagai sosok lansia yang ramah dan aktif di lingkungan sekitar. Warga setempat mengingatkan pentingnya edukasi keselamatan di sekitar rel kereta, terutama pada perlintasan yang berada di tengah pasar atau area publik.

Polda Sumsel kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu keselamatan, tidak berada di jalur rel, serta menunggu lampu peringatan sebelum menyeberang. Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan di perlintasan kereta api harus menjadi prioritas bersama antara aparat, pengelola jaringan rel, dan masyarakat.

Dengan berakhirnya penyelidikan awal, keluarga korban berharap agar kejadian serupa tidak terulang, dan pihak berwenang dapat meningkatkan pengawasan serta sosialisasi keselamatan di seluruh perlintasan kereta api di provinsi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *