Direktur LIMA Tuding Adik Prabowo Perburuk Iklim Politik, Investor Khawatir Stabilitas Ekonomi

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 April 2026 | Jakarta, 10 April 2026Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani (LIMA), menyatakan keprihatinannya atas pernyataan yang berasal dari lingkaran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Menurut Ray, komentar yang dilontarkan oleh Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, mengenai dugaan upaya kudeta terhadap Prabowo justru menambah ketegangan politik dan menurunkan rasa percaya investor terhadap iklim bisnis di Indonesia.

Dalam sebuah layanan pesan singkat pada Jumat (10/4), Ray menegaskan bahwa banyak pernyataan dari pemerintah yang justru menciptakan suasana politik tidak kondusif. “Banyak pernyataan dari pemerintah yang justru membuat suasana politik tidak kondusif,” ujarnya. Ray menilai bahwa ucapan terkait kudeta muncul pada saat pemerintah menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional, sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan pelaku usaha dan investor.

Baca juga:

Ray menambahkan, “Saya ragu investor akan berani masuk ke pasar Indonesia ketika pejabat terus mengumbar rasa takut.” Ia menyoroti bahwa iklim investasi sangat dipengaruhi oleh persepsi stabilitas politik, dan setiap sinyal negatif dapat menghambat aliran modal asing maupun domestik. Pada saat yang sama, pemerintah melalui Satgas Pemberdayaan dan Kesejahteraan (PKH) melaporkan keberhasilan menyelamatkan aset negara senilai Rp 371 triliun sejak pembentukannya pada Februari 2025. Pencapaian ini menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga keuangan negara, namun tetap tidak mampu menetralkan dampak negatif dari retorika politik yang memanas.

Ray juga menilai bahwa kekuatan politik Prabowo Subianto sebenarnya masih kuat, didukung oleh institusi keamanan seperti TNI dan Polri yang berada di bawah komando Kepala Negara. Namun, ia memperingatkan bahwa pernyataan yang menuding adanya upaya kudeta atau makar dari lingkaran Prabowo dapat menimbulkan persepsi bahwa terdapat perpecahan internal di dalam pemerintahan, yang pada gilirannya memicu kekhawatiran investor.

Berbagai pihak ekonomi menanggapi situasi ini dengan catatan bahwa stabilitas politik menjadi faktor kunci dalam keputusan penanaman modal. Menurut data terbaru yang dirilis oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), aliran investasi asing langsung (FDI) mengalami penurunan sebesar 12,5 persen pada kuartal pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut sebagian besar dikaitkan dengan ketidakpastian politik yang meluas, termasuk pernyataan-pernyataan kontroversial yang melibatkan tokoh politik utama.

  • Ray Rangkuti – Direktur LIMA
  • Hashim Djojohadikusumo – Utusan Khusus Presiden
  • Prabowo Subianto – Presiden Republik Indonesia
  • Satgas PKH – Satuan tugas yang menyelamatkan aset negara

Selain dampak pada investasi, pernyataan Ray juga menyoroti potensi dampak sosial. Ia mengingatkan bahwa masyarakat luas dapat merasakan ketegangan politik melalui peningkatan rasa tidak aman, terutama bila pejabat publik terus mengekspresikan ketakutan atau menuding adanya konspirasi politik. Kondisi semacam ini berisiko menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi negara dan memperlemah legitimasi pemerintahan.

Dalam menanggapi kritik tersebut, pemerintah belum memberikan klarifikasi resmi mengenai konteks pernyataan Hashim Djojohadikusumo. Namun, sejumlah analis politik menilai bahwa komentar tersebut mungkin dimaksudkan untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi konstitusi dan mencegah upaya penggulingan. Sayangnya, tanpa penjelasan yang jelas, narasi negatif dapat berkembang lebih cepat di media sosial dan forum publik.

Secara keseluruhan, situasi politik Indonesia saat ini berada pada persimpangan penting. Di satu sisi, upaya pemerintah dalam menyelamatkan aset negara melalui Satgas PKH menunjukkan komitmen pada stabilitas ekonomi. Di sisi lain, pernyataan-pernyataan politik yang menimbulkan ketegangan dapat menggerogoti kepercayaan investor dan publik. Para pengamat menekankan perlunya dialog terbuka antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor bisnis untuk meredam ketegangan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Jika tidak ditangani dengan tepat, ketidakpastian politik dapat berlanjut dan memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini menjadi salah satu pilar utama di kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan dapat berperan secara konstruktif demi menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan sosial demi kemajuan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *