Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 11 April 2026 | Di malam Jumat, 10 April 2026, Olympique de Marseille menorehkan kemenangan 1-0 melawan FC Metz dalam laga ke-29 Ligue 1. Pertandingan yang berlangsung di Stade Vélodrome ini menjadi sorotan utama karena selain menambah tiga poin penting, kemenangan tersebut sekaligus memperkuat ambisi pelatih Habib Beye untuk mengamankan tempat di zona kompetisi Eropa pada akhir musim.
Gol penentu kemenangan dicetak oleh striker andalan Marseille, Pierre‑Emerick Aubameyang, yang memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Pada menit ke‑21, Aubameyang berhasil menembus pertahanan Metz, mengirimkan bola ke sudut kiri gawang dan menaklukkan kiper Rulli dengan tembakan yang menempel pada tiang. Gol tersebut menjadi satu-satunya angka pada papan skor hingga akhir babak pertama.
Menjelang akhir babak pertama, wasit internasional asal Prancis, Stéphanie Frappart, memperlihatkan ketegangan dengan mengeluarkan kartu kuning pertama pertandingan kepada gelandang tengah Marseille, Facundo Medina, karena tekel keras pada pemain lawan. Kartu kuning tersebut menambah beban disiplin bagi Medina yang harus mengawasi serangan balik Metz di babak kedua.
Metz berusaha bangkit setelah gol pertama, namun serangan mereka belum mampu menembus pertahanan kokoh Marseille. Pada menit ke‑38, striker Metz, Seïd Bounkoulou, menembak ke arah tiang gawang Rulli, namun bola memantul keras ke tiang dan tidak menghasilkan peluang gol. Upaya serangan lain dari lini tengah Metz juga terhenti ketika bola mereka menabrak tiang Rulli pada peluang pertama mereka.
Di babak kedua, Marseille menunjukkan pola permainan yang lebih terstruktur. Tim yang dipimpin oleh Beye menerapkan formasi 4‑3‑3, menekankan pressing tinggi dan penguasaan bola di daerah pertahanan lawan. Aubameyang terus menjadi ancaman utama, sementara duo penyerang sayap, Bouna Sarr dan Dario Benedetto, berusaha menciptakan ruang bagi gelandang kreatif, Dimitri Payet, untuk mengatur tempo permainan.
Sementara itu, Metz yang bermain dengan formasi 4‑4‑2 mencoba menahan tekanan dengan menumpuk pemain di zona pertahanan. Namun, kurangnya kreativitas di lini tengah membuat mereka kesulitan menghubungkan serangan ke lini depan. Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Marseille melakukan enam tembakan ke gawang, sementara Metz belum mencatat satu tembakan pun ke arah gawang lawan hingga menit ke‑45.
- Skor akhir: Marseille 1 – 0 Metz
- Penjaga gawang: Rémy Rulli (Marseille) vs. Alban Lecapitaine (Metz)
- Kartu kuning: Facundo Medina (Marseille) – 1 kartu kuning
- Penguasaan bola: Marseille 58% – Metz 42%
- Jumlah tembakan ke gawang: Marseille 6 – Metz 0
Keberhasilan Marseille meraih tiga poin ini memberikan dorongan moral yang signifikan bagi Habib Beye. Sebelum pertandingan, Beye menegaskan bahwa timnya harus terus menambah poin untuk memastikan tempat di zona Liga Eropa, mengingat persaingan ketat dengan klub-klub lain di papan tengah tabel. Dengan hasil ini, Marseille berada pada posisi ke-5 dengan 48 poin, selisih tiga poin dari tempat keempat yang memberikan akses langsung ke kompetisi Eropa.
Di sisi lain, Metz tetap berada di zona degradasi meski berhasil menahan kebobolan lebih banyak. Kekurangan dalam hal kreativitas dan penyelesaian akhir menjadi sorotan utama bagi pelatih mereka, yang harus mencari solusi cepat agar tidak terperosok ke zona relegasi pada putaran berikutnya.
Secara taktis, pertandingan ini menegaskan keunggulan Marseille dalam mengendalikan tempo permainan dan memaksimalkan peluang dari situasi standar. Ralli Rulli kembali menunjukkan performa solidnya dengan melakukan beberapa penyelamatan penting, meski tidak banyak diuji karena pertahanan Marseille yang relatif rapat.
Menutup laporan, kemenangan tipis 1-0 atas Metz menegaskan bahwa Marseille masih memiliki peluang kuat untuk menembus zona Eropa. Namun, tantangan masih panjang, mengingat sisa jadwal Ligue 1 yang masih menuntut konsistensi tinggi. Beye dan skuadnya kini harus menjaga fokus, mengoptimalkan kekuatan lini serang, serta memperbaiki pertahanan agar dapat mengamankan posisi yang diidamkan sebelum akhir musim.
