Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 Mei 2026 | Polemik video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), masih terus bergulir. Grace Natalie, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menjadi salah satu tokoh yang dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait pernyataannya soal video JK. Grace Natalie mengaku tidak memiliki permasalahan pribadi dengan JK dan bersedia untuk berdiskusi langsung dengannya.
Grace Natalie menegaskan bahwa pernyataannya soal video JK adalah normal-normal saja dan tidak ada unsur pelanggaran hukum dalam unggahan video tersebut. Ia juga meminta publik tidak mengaitkan persoalan tersebut dengan PSI sebagai partai politik.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie juga meminta Ketua Harian PSI Ahmad Ali agar tidak melibatkan partai dalam kasus tersebut. Grace Natalie menginstruksikan Ahmad Ali untuk tidak membawa-bawa nama partai dalam persoalan yang tengah viral di publik.
Di lain sisi, MPR juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026, menyusul kesalahan penilaian dalam babak final tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan LCC berjalan dengan baik dan tidak ada kesalahan yang sama di masa depan.
Dalam kesempatan lain, TNI Angkatan Laut menerima kedatangan KRI penyelamat kapal selam pertama milik Indonesia, yakni KRI Canopus-936 di Dermaga Kolinlamil Jakarta. KRI Canopus-936 merupakan kapal bantu hidro-oseanografi ocean going (BHOD-OG) berteknologi modern yang dirancang untuk memperkuat kemampuan survei, pemetaan, dan pengelolaan data kelautan nasional.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, perlu dilakukan evaluasi yang menyeluruh dan transparan. Selain itu, perlu ada komunikasi yang baik antara pihak-pihak yang terkait untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan yang sama di masa depan.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa perlu ada kerja sama dan komunikasi yang baik antara pihak-pihak yang terkait untuk menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapi. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi yang menyeluruh dan transparan untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan yang sama di masa depan.
