IPB University Tolak Pengelolaan Dapur MBG, Fokus Pada Aspek Saintifik

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 Mei 2026 | IPB University menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam operasional harian program Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan fokus pada riset, inovasi gizi, dan pengembangan kapasitas melalui peran sebagai Center of Excellence.

Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, mengatakan bahwa keputusan ini didasari pertimbangan risiko teknis dan keamanan pangan agar fungsi akademik kampus tetap terjaga serta berjalan sesuai mandat pendidikan.

Baca juga:

Operasional penyaluran makanan ke sekolah dikelola oleh PT Bogor Life Science and Technology (BLST) melalui yayasan profesional yang membangun ekosistem pangan terintegrasi dari petani hingga UMKM lokal.

Sementara itu, Komisi X DPR RI berencana memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto untuk meminta penjelasan terkait kampus yang diperbolehkan mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan bahwa Kemendikti harus mengklarifikasi secara utuh kepada publik alasan pemberian izin SPPG.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, mendorong perguruan tinggi berperan aktif sebagai agen perubahan dalam program MBG, bukan sekadar lokasi pembangunan dapur gizi.

Menurutnya, BGN tidak mewajibkan kampus mendirikan dapur MBG dan menghormati keputusan masing-masing perguruan tinggi terkait keterlibatan dalam program tersebut.

Dalam kesimpulan, IPB University menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam operasional harian program MBG dan fokus pada aspek saintifik, sedangkan Komisi X DPR RI meminta penjelasan dari Kemendikti terkait kampus yang diperbolehkan mengelola SPPG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *