Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 07 Mei 2026 | Jakarta, 6 Mei 2026 – Ahmad Dhani mengakhiri dua dekade keheningan dengan mengungkap bukti percakapan telepon yang menurutnya menunjukkan perselingkuhan mantan istrinya, Maia Estianty. Pengakuan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dihadiri wartawan media nasional, mengingatkan publik pada peristiwa perceraian yang terjadi pada tahun 2006.
Dhani menjelaskan bahwa ia menunda pengungkapan fakta tersebut demi melindungi ketiga putra mereka – Al, El, dan Dul – yang saat itu masih berusia kecil. “Saya tidak ingin anak‑anak kecil mengetahui bahwa orang tua mereka berpisah karena perselingkuhan. Karena itu saya menyimpan semuanya selama 20 tahun,” ujarnya.
Selanjutnya, Dhani menegaskan bahwa ia memiliki rangkaian bukti yang diurutkan secara alfabet, mulai dari A hingga Z. Ia menampilkan contoh bukti dalam bentuk daftar singkat:
- A – Rekaman suara panggilan pertama antara Maia dan seorang pria tak dikenal.
- B – Screenshot pesan singkat yang mengindikasikan pertemuan di luar jam kerja.
- C – Catatan panggilan harian yang menunjukkan frekuensi tinggi dalam satu hari tertentu.
- D – Foto lokasi yang menandai pertemuan yang tidak dapat dijelaskan.
- … hingga Z – Dokumentasi lengkap transaksi pulsa yang dipertanyakan.
Menurut Dhani, sebagian bukti tersebut sudah diketahui oleh Al, El, dan Dul yang kini telah dewasa, sementara kategori A, B, C masih “tertutup” bagi mereka. Hal ini, katanya, menjadi alasan mengapa ia merasa dapat berbicara terbuka di hadapan media.
Dhani juga menekankan aspek legal perceraian mereka. Ia menyatakan bahwa talak tiga telah dilontarkan pada Desember 2006, sehingga secara agama perceraian dianggap sah. “Orang harus paham, perceraian sah ketika seorang laki‑laki menalak tiga,” tegasnya.
Pengakuan ini muncul bersamaan dengan tuduhan baru yang mengaitkan Maia dengan seorang petinggi stasiun televisi swasta. Dhani menyebut bahwa selama masa pernikahan, Maia sempat berkomunikasi intensif dengan pria tersebut, yang menurutnya melampaui hubungan profesional. Ia menambahkan bahwa ia memiliki data nomor telepon serta riwayat panggilan yang menunjukkan pola komunikasi “makan tiga kali sehari”.
Meskipun tuduhan tersebut menambah kerumitan, tidak semua klaim Dhani mendapat dukungan hukum. Putusan Mahkamah Agung pada tahun 2012 tidak menyertakan bukti perselingkuhan sebagai pertimbangan utama, dan hak asuh anak‑anak diberikan kepada mereka dengan hak pilih. Namun, Dhani menegaskan bahwa fakta‑fakta yang belum terungkap kini akan menjadi catatan publik.
Reaksi publik beragam. Sebagian mengapresiasi keberanian Dhani mengungkapkan kebenaran demi anak‑anaknya, sementara yang lain menilai bahwa mengangkat masalah pribadi setelah dua puluh tahun tidak lagi relevan. Di media sosial, netizen ramai memperdebatkan apakah langkah ini merupakan upaya menyembunyikan kegagalan pribadi atau sekadar upaya menutup lembaran lama.
Sejarah perceraian Dhani‑Maia memang telah lama menjadi topik hangat, terutama karena keduanya adalah figur publik di industri musik Indonesia. Kasus ini sempat berlarut‑larut di pengadilan agama, dengan berbagai klaim mengenai kekayaan, hak asuh, dan bahkan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga. Namun, hingga kini, tidak ada keputusan final yang secara eksplisit menyebutkan perselingkuhan sebagai alasan hukum perceraian.
Dengan mengungkap bukti‑bukti baru, Dhani berharap dapat memberikan kejelasan bagi publik sekaligus menegaskan bahwa keputusan perceraian mereka bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan didasari oleh pelanggaran yang ia anggap berat. Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa masa depan anak‑anak mereka dapat berjalan tanpa bayang‑bayang spekulasi.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya transparansi dalam urusan pribadi publik, serta menyoroti bagaimana dinamika keluarga selebriti dapat menjadi sorotan utama media selama bertahun‑tahun.
