Kesalahan Marc Guehi di Everton Picu Kontroversi, Tekanan pada Juara Manchester City

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Mei 2026 | Manchester City kembali menjadi sorotan utama Premier League setelah insiden yang terjadi pada laga melawan Everton pada 4 Mei 2026. Pada menit ke-68, bek tengah asal Inggris, Marc Guehi, melakukan sebuah back‑pass yang berujung pada gol balasan Thierno Barry. Keputusan tersebut memicu gelombang kritik tajam dari media, mantan pemain, serta para penggemar, sekaligus menambah beban psikologis pada tim juara yang tengah berjuang mempertahankan gelar.

Kesalahan tersebut tidak hanya berujung pada gol, tetapi juga menimbulkan perdebatan taktis. Mantan legenda Arsenal, Thierry Henry, menilai umpan balik Guehi tidak tepat karena pemain depan Everton berada pada posisi offside. “Saya tidak mengerti mengapa Guehi membuat umpan itu karena Anda tahu dia offside. Ini sangat merugikan pertahanan yang biasanya sangat disiplin,” ujar Henry dalam sebuah wawancara pasca pertandingan.

Baca juga:

Reaksi dari rekan satu tim di Manchester City pun beragam. Rayan Cherki menulis di media sosial, “You are STRONG” disertai dua emoji api, sementara Nathan Ake dan Gianluigi Donnarumma menanggapi dengan emoji hati sebagai bentuk dukungan moral. Marc Guehi sendiri mengunggah pernyataan singkat yang menegaskan tekadnya untuk memperbaiki performa: “Saya harus melakukan lebih baik,” tulisnya, menambahkan ucapan terima kasih kepada pendukung dan doa kepada Tuhan.

Setelah gol Barry, Everton tidak menyerah. Pada menit ke‑79, Barry kembali mencetak gol, meningkatkan keunggulan menjadi 2‑1. Jake O’Brien menambah satu gol lagi pada menit ke‑85, menjadikan skor akhir 3‑1 untuk Everton. Manchester City sempat bangkit melalui gol Erling Haaland, namun Jeremy Doku berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke‑97, menjadikan hasil akhir 3‑3.

Meskipun akhirnya berhasil menambah satu poin, kehilangan dua poin penting tersebut memperlebar jarak dengan Arsenal menjadi lima poin pada tiga pertandingan tersisa. Pep Guardiola, pelatih City, mengakui situasi semakin genting. “Sebelum pertandingan itu kami masih punya peluang, tapi sekarang tidak lagi. Kami masih punya empat pertandingan, termasuk melawan Brentford, dan kami akan melihat apa yang terjadi,” ujarnya dalam konferensi pers pasca laga.

Di luar sorotan pertandingan, Guehi menyempatkan diri memberikan penghormatan kepada veteran timnya, John Stones, yang ia nilai sebagai salah satu dari tiga rekan setim terbaik yang pernah ia miliki. Guehi menyoroti kepemimpinan Stones di lini belakang serta kemampuan komunikasinya yang membantu memperbaiki konsistensi pertahanan tim.

Isu lain yang turut mengemuka pada malam itu adalah dugaan pelecehan rasial yang dialami pemain Inggris lainnya, Ethan Ampadu, serta Marc Guehi sendiri. Klub Everton menolak tuduhan tersebut dan menyatakan belum ada bukti yang cukup untuk mendukung klaim. Pihak berwenang masih meninjau laporan tersebut, menambah kompleksitas situasi di luar lapangan.

Analisis taktik menunjukkan bahwa tekanan Everton pada menit‑menit akhir memaksa City bermain lebih defensif, yang pada gilirannya membuka celah bagi serangan balik lawan. Beberapa pakar menilai keputusan back‑pass Guehi adalah hasil dari kelelahan mental dan kurangnya koordinasi di lini belakang, terutama setelah serangan cepat Everton.

Dalam konteks klasemen, kehilangan dua poin ini berarti City kini harus mengandalkan kegagalan Arsenal dalam tiga laga terakhir untuk tetap berada dalam perburuan gelar. Jika Arsenal gagal meraih tiga kemenangan, peluang City masih terbuka, meski dengan risiko yang lebih tinggi. Pep Guardiola menekankan pentingnya konsistensi dalam empat laga terakhir, termasuk pertemuan krusial melawan Brentford.

Ke depan, Marc Guehi diharapkan dapat memperbaiki keputusan di lini pertahanan dan menjaga konsistensi yang dibutuhkan dalam pertandingan-pertandingan krusial. Dukungan rekan setim dan pelatih menjadi faktor penting dalam proses pemulihan mental pemain. Dengan semangat baru dan pembelajaran dari kesalahan, City tetap bertekad melanjutkan perburuan gelar Premier League.

Secara keseluruhan, insiden ini menjadi pengingat bahwa satu kesalahan kecil dapat berakibat besar dalam kompetisi yang sangat kompetitif. Baik pemain maupun staf harus belajar dari kejadian ini, memperkuat koordinasi, dan menjaga fokus hingga akhir musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *