IHSG Berpotensi Menguat ke Level 6.544, Simak Rekomendasi Saham MNC Sekuritas

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 Agustus 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat pada perdagangan Senin (10/8), setelah ditutup terkoreksi sebesar 1,04 persen ke level 6,409 pada perdagangan Jumat (7/8). MNC Sekuritas dalam risetnya memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv], hal tersebut berarti IHSG berpeluang menguat dengan target 6,440-6,544.

Namun investor perlu mencermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6,371-6,390. Adapun level support IHSG berada di 6,319, 6,021. Sementara itu, level resistance berada di 6,454 dan 6,599.

Baca juga:

MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini, yakni PT Bakrie Capital Indonesia Tbk (BULL), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Multipolar Tbk (MLPL), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Trading Buy untuk saham PT Bakrie Capital Indonesia Tbk (BULL). Saham BULL menguat 1,33 persen ke level 456 dan disertai dengan tingginya volume pembelian. Selama masih mampu berada di atas level 422 sebagai area stop loss, MNC Sekuritas memperkirakan posisi BULL saat ini sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C).

Investor dapat melakukan Trading Buy pada kisaran 444-456, dengan target harga 494 hingga 520 dan stop loss di bawah 422. Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham BUMI menguat 4,47 persen ke level 187 dan disertai dengan volume pembelian.

MNC Sekuritas memperkirakan posisi BUMI saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C. IHSG juga diproyeksikan wait and see pekan ini, investor cermati rilis data inflasi AS. Pergerakan IHSG serta pasar keuangan domestik pada pekan 10 hingga 14 Agustus 2026 diproyeksikan bakal berada dalam fase wait and see.

Kondisi ini dipicu oleh tingginya intensitas rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS). Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan mengungkapkan bahwa perhatian utama para pelaku pasar akan tertuju pada rilis indikator inflasi kunci, yakni Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI), serta data penjualan ritel (retail sales).

Rangkaian data ini menjadi krusial karena akan memberikan sinyal yang lebih terang mengenai arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya, apakah tekanan inflasi sudah benar-benar mendingin untuk memberi ruang bagi pelonggaran suku bunga atau justru masih cukup tangguh untuk mempertahankan narasi suku bunga tinggi lebih lama.

Pada pekan sebelumnya, IHSG ditutup menguat sekitar 2,78 persen ke level 6.409 dibanding pekan sebelumnya. Di tengah tren penguatan indeks tersebut, investor asing membukukan aksi beli bersih (inflow) mencapai Rp494 miliar di pasar reguler.

Dari sisi eksternal, David menjelaskan pentingnya mencermati dinamika kebijakan suku bunga global yang saat ini berada di persimpangan jalan krusial. Bank sentral utama, seperti US Federal Reserve dan European Central Bank (ECB) terus menyeimbangkan antara upaya meredam ketahanan inflasi yang melandai secara bertahap dan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Kesimpulan, IHSG berpotensi menguat ke level 6.544 dengan target 6,440-6,544. Namun investor perlu mencermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6,371-6,390. MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Trading Buy untuk saham PT Bakrie Capital Indonesia Tbk (BULL) dan Buy on Weakness untuk saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *