Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 10 April 2026 | Scoot, anak perusahaan berbiaya rendah dari Singapore Airlines, mengumumkan langkah ekspansi besar ke pasar Indonesia dengan menambahkan dua rute baru: Belitung dan Pontianak. Kedua destinasi akan mulai dilayani pada 3 Mei 2026 untuk Belitung dan 29 Juni 2026 untuk Pontianak, menambah total jaringan Scoot menjadi 85 tujuan di 18 negara dan wilayah Asia‑Pasifik, Timur Tengah, serta Eropa.
Rute Belitung, sebuah pulau kecil di lepas pantai timur Sumatra yang terkenal dengan pasir putih dan formasi granit menawan, akan dioperasikan dengan dua penerbangan mingguan. Tarif satu arah kelas Ekonomi ditetapkan mulai S$99 (sekitar $99), menawarkan pilihan terjangkau bagi wisatawan domestik maupun internasional yang ingin menjelajahi pulau tersebut. Sementara itu, rute Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat yang terletak tepat di garis khatulistiwa, akan dilayani tiga kali seminggu dengan harga mulai S$129 (sekitar $129). Kedua rute baru akan menggunakan pesawat Embraer E190‑E2, tipe jet modern yang menonjolkan efisiensi bahan bakar dan kabin yang lebih luas.
Proses pemesanan untuk kedua rute dapat dimulai sejak 9 April 2026 melalui situs web resmi Scoot dan aplikasi seluler perusahaan. Selanjutnya, tiket akan tersedia secara bertahap di platform pemesanan pihak ketiga setelah persetujuan regulator selesai.
Selain menambah dua destinasi, Scoot juga meningkatkan frekuensi layanan ke sejumlah kota strategis menjelang liburan sekolah pertengahan tahun. Peningkatan tersebut mencakup:
- Phuket, Thailand: naik dari 17 menjadi 21 penerbangan per minggu (mulai April).
- Sibu, Malaysia: naik dari 3 menjadi 4 penerbangan per minggu (mulai April).
- Bali dan Jakarta, Indonesia: naik dari 28 menjadi 35 penerbangan per minggu (mulai Juni).
- Labuan Bajo, Indonesia: naik dari 2 menjadi 3 penerbangan per minggu (mulai Juni).
- Lombok, Indonesia: naik dari 4 menjadi 10 penerbangan per minggu (mulai Juni).
- Manado, Indonesia: naik dari 6 menjadi layanan harian (mulai Juni).
- Okinawa, Jepang: naik dari 3 menjadi 4 penerbangan per minggu (mulai April).
- Changsha, China: naik dari 4 menjadi 5 penerbangan per minggu (mulai April).
- Vienna, Austria: naik dari 3 menjadi 4 penerbangan per minggu (mulai Juni).
CEO Scoot, Leslie Thng, menegaskan bahwa penambahan rute ke Belitung dan Pontianak tidak hanya memperkuat kehadiran perusahaan di pasar Indonesia, tetapi juga meningkatkan konektivitas grup Singapore Airlines melalui hub Singapura. Ia menambahkan, “Peningkatan frekuensi penerbangan ke destinasi populer akan mendukung permintaan perjalanan menjelang musim liburan sekolah. Kami berkomitmen memberikan pilihan perjalanan lebih banyak dan pengalaman terbang yang menyenangkan bagi pelanggan kami.”
Strategi ekspansi ini sejalan dengan tren pertumbuhan permintaan wisata domestik di Indonesia, terutama ke lokasi yang menawarkan keindahan alam dan nilai budaya tinggi. Belitung, misalnya, semakin populer di kalangan wisatawan karena pantai berpasir putih dan satwa endemik seperti tarsier. Sementara Pontianak menarik minat pelancong yang ingin merasakan posisi geografis unik di khatulistiwa serta mencicipi ragam kuliner Borneo.
Scoot menargetkan peningkatan volume penumpang tahunan sebesar 12‑15 persen melalui penambahan dua rute ini dan peningkatan frekuensi ke pasar utama. Penawaran tarif di bawah $130 diharapkan menarik segmen pasar menengah ke bawah, yang menjadi fokus utama model bisnis low‑cost carrier. Dengan armada modern Embraer E190‑E2 dan kebijakan harga agresif, Scoot berupaya menjadi pilihan utama bagi pelancong yang mengutamakan nilai, kenyamanan, dan fleksibilitas dalam merencanakan liburan atau perjalanan bisnis di kawasan Asia‑Pasifik.
Secara keseluruhan, langkah strategis Scoot memperluas jaringan penerbangan ke dua destinasi baru di Indonesia serta meningkatkan frekuensi layanan ke pasar utama, mencerminkan respons cepat perusahaan terhadap dinamika permintaan pasar pasca‑pandemi. Dengan dukungan armada modern dan kebijakan harga yang kompetitif, maskapai ini berada pada posisi yang kuat untuk mengukir pangsa pasar lebih besar di segmen penerbangan berbiaya rendah.
