Jepang Peringkat Teratas sebagai Negara Paling Sopan di Dunia 2026, Ini Penyebabnya

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 April 2026 | Survei global yang diselenggarakan oleh perusahaan layanan keuangan Remitly mengungkapkan bahwa Jepang kembali menempati posisi pertama sebagai negara paling sopan di dunia pada tahun 2026. Lebih dari 4.600 responden yang berasal dari 26 negara menilai perilaku masyarakat Jepang sebagai contoh tertinggi dalam hal etika, rasa hormat, dan kedisiplinan. Persentase penilaian tertinggi mencapai 35,15 persen, menandakan bahwa lebih dari sepertiga responden menganggap Jepang sebagai negara dengan tingkat kesopanan paling tinggi.

Berbagai faktor budaya dan sejarah menjadi landasan kuat bagi citra sopan santun Jepang. Ajaran agama Shinto, yang menekankan pada konsep kemurnian (kiyome) dan keharmonisan (wa), menanamkan nilai bahwa perilaku tidak sopan dapat dianggap sebagai “kotoran jiwa” (kegare) yang mengganggu keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan para dewa (kami). Nilai‑nilai ini menumbuhkan kebiasaan menjaga kebersihan, disiplin, serta penghormatan yang mendalam terhadap sesama.

Baca juga:

Beberapa kebiasaan khas yang menegaskan reputasi tersebut meliputi:

  • Membungkuk (ojigi): Gerakan membungkuk tidak sekadar formalitas, melainkan cara utama untuk menyapa, mengucapkan terima kasih, atau meminta maaf. Kedalaman bungkukan menandakan tingkat penghormatan yang diberikan.
  • Bahasa berjenjang: Bahasa Jepang memiliki sistem tingkat kesopanan yang terstruktur, dengan penggunaan gelar kehormatan dan pilihan kata yang tepat untuk menyesuaikan status lawan bicara.
  • Norma sosial di transportasi umum: Menggunakan ponsel untuk panggilan suara di dalam kereta dianggap tidak sopan karena dapat mengganggu ketenangan penumpang lain. Sebagai gantinya, penumpang lebih memilih mengirim pesan teks, mendengarkan musik dengan headphone, atau menonton video tanpa suara.
  • Rasa malu kolektif: Masyarakat Jepang cenderung menahan diri dari perilaku yang dapat menyinggung orang lain, sehingga menciptakan ketertiban tanpa perlu banyak regulasi tertulis.

Data survei Remitly juga menampilkan peringkat tiga besar negara paling sopan beserta persentasenya dalam tabel berikut:

Posisi Negara Persentase Penilaian
1 Jepang 35,15%
2 Kanada 13,35%
3 Inggris 6,23%

Kanada menempati posisi kedua dengan nilai 13,35 persen, sementara Inggris berada di peringkat ketiga berkat budaya antrean yang teratur dan kebiasaan mengucapkan “maaf”, “tolong”, serta “terima kasih” secara konsisten. Indonesia, meskipun memiliki budaya keramahtamahan yang kuat, tidak masuk dalam sepuluh besar negara paling sopan menurut survei ini.

Keberhasilan Jepang dalam menjaga standar kesopanan tidak lepas dari proses pembelajaran sosial sejak usia dini. Anak‑anak Jepang tumbuh dalam lingkungan yang menekankan pentingnya mengikuti aturan bersama, menghormati orang tua, guru, dan teman sebaya. Norma‑norma tersebut diterapkan secara konsisten di sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik.

Pengaruh budaya Shinto juga tercermin dalam ritual sehari‑hari, seperti mencuci tangan sebelum memasuki kuil atau tempat ibadah, yang mengajarkan kebersihan fisik sekaligus spiritual. Praktik tersebut menegaskan bahwa tindakan sopan bukan sekadar formalitas sosial, melainkan bagian integral dari prinsip hidup (makoto) yang menekankan ketulusan hati dalam setiap interaksi.

Kesimpulannya, kombinasi antara nilai‑nilai agama tradisional, sistem bahasa yang terstruktur, serta tekanan sosial yang menekankan rasa malu kolektif menjadikan Jepang sebagai contoh utama dalam hal kesopanan. Hasil survei Remitly 2026 menegaskan bahwa budaya sopan santun Jepang bukan sekadar citra, melainkan hasil konsistensi praktik yang telah tertanam dalam kehidupan sehari‑hari. Negara‑negara lain yang ingin meningkatkan standar etika publik dapat belajar dari pendekatan holistik Jepang, yang menggabungkan ajaran spiritual, kebiasaan sosial, dan disiplin pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *