Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 April 2026 | Apple kembali menjadi sorotan media teknologi dunia setelah sejumlah laporan mengabarkan bahwa ponsel lipat pertamanya, iPhone Fold, menghadapi kendala teknis yang dapat menunda peluncurannya hingga akhir 2026. Sementara itu, tokoh berpengaruh dalam industri gadget, Mark Gurman dari Bloomberg, menegaskan bahwa Apple tetap berkomitmen meluncurkan perangkat tersebut bersamaan dengan iPhone 18 Pro pada bulan September 2026.
Berbagai sumber menyebutkan dua narasi yang saling bertentangan. Media Jepang Nikkei melaporkan adanya penundaan signifikan karena permasalahan rekayasa yang lebih rumit dari perkiraan, bahkan memproyeksikan kemungkinan peluncuran hingga tahun 2027. Laporan tersebut menyoroti tantangan pada desain layar lipat, mekanisme engsel berbasis pencetakan 3D, serta kebutuhan material khusus yang dapat menghambat produksi massal. Di sisi lain, Mark Gurman menolak klaim Nikkei, menyebutkan bahwa informasi tersebut tidak akurat dan bahwa Apple masih berada pada jalur rilis standar iPhone, yaitu September 2026.
Menurut analis Apple ternama Ming-Chi Kuo, tantangan utama terletak pada produksi layar yang dapat membatasi pasokan awal. Kuo memperkirakan bahwa pasokan iPhone Fold pada fase awal akan terbatas, meski tidak secara eksplisit menyebutkan penundaan peluncuran. Hal ini sejalan dengan laporan yang menyebutkan bahwa proses verifikasi teknik masih berlangsung, dan produksi massal belum dimulai. Kebocoran internal menunjukkan Apple telah memulai produksi percobaan, namun belum ada konfirmasi resmi mengenai skala produksi.
Beberapa faktor teknis yang menjadi sorotan meliputi:
- Desain layar ganda: Layar luar berukuran 5,49 inci dengan resolusi tinggi 460 ppi, sedangkan layar dalam menyerupai ukuran iPad mini, memberikan pengalaman multitasking yang lebih luas.
- Ketebalan dan dimensi: Ketika dilipat, perangkat memiliki ketebalan sekitar 9,6 mm, sementara ketika dibuka menjadi 4,8 mm, dengan lebar 83,8 mm dan tinggi 120,6 mm.
- Engsel 3D: Apple dikabarkan mengembangkan engsel yang dicetak 3D untuk meminimalkan jejak lipatan pada layar, namun proses manufakturnya memerlukan toleransi yang sangat ketat.
- Autentikasi Touch ID: Karena ruang internal terbatas, Apple kemungkinan akan menempatkan sensor sidik jari pada tombol samping, menggantikan Face ID yang menjadi standar pada model iPhone terbaru.
Selain tantangan produksi, harga menjadi aspek penting dalam perkiraan pasar. Analisis dari PhoneArena mengindikasikan harga awal iPhone Fold dipatok pada US$1.999 (sekitar Rp34 juta) untuk varian 256 GB, dengan kenaikan harga sekitar US$200 per peningkatan kapasitas penyimpanan. Harga ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan iPhone konvensional, mencerminkan biaya riset dan pengembangan teknologi lipat.
Apple juga telah meluncurkan iOS 26.5 beta untuk pengembang, yang memperkenalkan fitur-fitur baru seperti Suggested Places pada aplikasi Maps dan dukungan RCS messaging. Meskipun fitur-fitur tersebut tidak secara langsung terkait dengan iPhone Fold, mereka menandakan arah evolusi ekosistem Apple yang akan menyertai perangkat baru.
Sejumlah analis, termasuk Tim Long dari Barclays, memprediksi bahwa iPhone Fold baru akan tersedia bagi konsumen pada Desember 2026, mengingat kompleksitas rantai pasokan dan kebutuhan pengujian ekstensif. Namun, Gurman menekankan bahwa jadwal peluncuran masih dapat berubah hingga beberapa bulan sebelum tanggal rilis resmi, mengingat produksi masih dalam tahap awal dan belum mencapai tingkat massal.
Secara keseluruhan, situasi iPhone Fold mencerminkan dinamika antara inovasi teknologi tinggi dan realitas produksi industri. Apple tampaknya berada dalam posisi yang sulit: menyeimbangkan ekspektasi pasar yang tinggi dengan tantangan teknis yang belum sepenuhnya teratasi. Jika Apple berhasil mengatasi hambatan tersebut, iPhone Fold dapat menjadi tonggak penting dalam sejarah smartphone, membuka era baru perangkat lipat premium. Namun, apabila masalah pengujian dan produksi tidak terselesaikan tepat waktu, Apple berisiko mengalami penundaan yang dapat memengaruhi citra merek serta persaingan dengan produsen Android yang telah lebih dulu meluncurkan perangkat lipat.
Keputusan akhir Apple akan terlihat dalam beberapa bulan mendatang, ketika perusahaan mengumumkan tanggal peluncuran resmi dan mulai mengirimkan unit pertama ke pasar. Pengguna dan pengamat industri kini menantikan konfirmasi resmi, sambil tetap memperhatikan perkembangan teknis dan logistik yang sedang berlangsung.
