Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 Juni 2026 | Grand Theft Auto 6 (GTA 6) telah menjadi salah satu game paling dinantikan dalam beberapa tahun terakhir. Baru-baru ini, Rockstar Games membuka pre-order untuk game ini, namun hal ini juga memicu kontroversi tentang harga dan ketersediaan.
Rumor tentang pre-order GTA 6 yang mencapai 39 juta kopi dan pendapatan $3 miliar telah ditepis oleh Rockstar Games. Perusahaan ini belum mengumumkan angka resmi, namun pre-order telah dibuka dan berlangsung dengan baik.
Salah satu kontroversi yang muncul adalah tentang harga pre-order GTA 6. Edisi standar dihargai $79,99, sedangkan edisi Ultimate dihargai $99,99. Banyak gamer yang merasa harga ini terlalu mahal dan tidak sebanding dengan konten yang ditawarkan.
Di samping itu, ada juga kontroversi tentang ketersediaan pre-order GTA 6 di beberapa negara. Beberapa negara seperti Bahrain, China, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Rusia, dan Taiwan tidak dapat melakukan pre-order karena alasan regulasi dan sensor.
Rockstar Games juga mengumumkan bahwa GTA 6 Online akan dirilis pada tahun 2027, bukan bersamaan dengan peluncuran single-player pada November 2026. Ini berarti bahwa pemain harus menunggu beberapa bulan lagi untuk menikmati mode multiplayer.
Dalam beberapa hari terakhir, banyak gamer yang membahas tentang kontroversi pre-order GTA 6 di media sosial. Banyak yang merasa bahwa harga pre-order terlalu mahal dan bahwa Rockstar Games hanya memanfaatkan kesuksesan franchise ini untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.
Namun, ada juga beberapa gamer yang mendukung keputusan Rockstar Games dan merasa bahwa harga pre-order sebanding dengan kualitas game yang ditawarkan.
Kesimpulan dari kontroversi pre-order GTA 6 ini adalah bahwa harga dan ketersediaan masih menjadi masalah yang perlu diatasi oleh Rockstar Games. Pemain harus menunggu beberapa bulan lagi untuk menikmati mode multiplayer dan harus membayar harga yang terbilang mahal untuk memainkan game ini.
