Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 April 2026 | Pelatih legendaris Barcelona, Xavi Hernández, kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap detail rencana yang hampir terwujud untuk mengembalikan Lionel Messi ke Camp Nou pada tahun 2023. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Romario di kanal YouTube sang mantan striker Brasil, Xavi menjelaskan bahwa ia telah mengajukan tiga nama bintang: Neymar, Pedro, dan Messi. Namun, kendala finansial klub serta penolakan dari Presiden Joan Laporta membuat semua upaya tersebut terhenti.
Menurut Xavi, negosiasi dengan Messi berjalan selama lima bulan dan hampir mencapai titik final. “Kami sudah menyiapkan semua dokumen, namun pada akhirnya Laporta menolak karena pertimbangan keuangan dan hubungan yang sempat tegang sejak kepindahan Messi pada 2021,” ujar sang pelatih. Keputusan itu menambah luka bagi Messi, yang pada saat itu harus meninggalkan Barcelona sebagai agen bebas karena klub tidak mampu menawarkan kontrak baru yang layak.
Sementara itu, Xavi juga menyebutkan dua pemain lain yang gagal direkrut karena krisis keuangan. Neymar dan Pedro, keduanya mantan rekan setim di era keemasan Barca, tidak dapat ditandatangani karena beban gaji yang tidak memungkinkan. Situasi ini memperlihatkan betapa beratnya beban ekonomi yang dialami klub katalan, yang masih berjuang melunasi hutang dan menyeimbangkan buku keuangan.
Setelah kegagalan tersebut, Lionel Messi melanjutkan kariernya di Amerika Serikat bersama Inter Miami, sekaligus menambah portofolio kepemilikan dengan membeli klub divisi kelima UE Cornella di Catalonia. Langkah ini menandai kembali kehadirannya di kancah sepak bola Spanyol, meskipun dalam skala yang lebih kecil. Para pengamat memperkirakan bahwa kehadiran Messi di UE Cornella dapat meningkatkan profil klub serta menjadi batu loncatan bagi talenta lokal.
Di sisi lain, Xavi tidak hanya menyoroti masa lalu, namun juga menatap masa depan. Ia menilai bahwa Lamine Yamal, pemain muda asal Spanyol yang tengah menonjol di Barcelona, memiliki potensi untuk mengikuti jejak Lionel Messi. “Yamal adalah salah satu yang terpilih, ia memiliki intuisi, kecepatan, dan kemampuan teknis yang mirip dengan Messi. Jika diberi kesempatan, ia bisa menjadi yang terbaik di dunia,” kata Xavi dalam sebuah pernyataan yang kemudian menjadi perbincangan hangat di kalangan fans.
Selain itu, Xavi menegaskan bahwa tidak ada pemain modern yang dapat menyamai level Lionel Messi, bahkan Cristiano Ronaldo pun tidak. Ia menyebut bahwa Yamal berada paling dekat dengan standar sang legenda, menandakan harapan baru bagi Barcelona untuk menemukan generasi penerus yang dapat mengembalikan kejayaan klub.
Pernyataan Xavi juga mencakup pandangan tentang kompetisi internasional. Ia menilai bahwa tim nasional Argentina, dipimpin oleh Messi, dan Portugal, dipimpin oleh Cristiano Ronaldo, masuk dalam kandidat kuat untuk menjuarai Piala Dunia 2026. Kedua tim tersebut memiliki kombinasi pengalaman veteran dan semangat muda yang dapat mengubah dinamika turnamen.
Secara keseluruhan, kisah yang terungkap menunjukkan betapa kompleksnya proses transfer pemain di era modern, terutama bagi klub dengan beban keuangan tinggi. Sementara harapan akan kembalinya Messi ke Barcelona tetap menjadi impian banyak pendukung, realitas ekonomi dan keputusan manajemen menjadi penghalang utama. Di sisi lain, munculnya talenta seperti Lamine Yamal memberikan secercah optimism bahwa era baru Barcelona masih dapat dibangun di atas fondasi warisan legenda.
Dengan semua faktor tersebut, dunia sepak bola menanti perkembangan selanjutnya, baik dari langkah strategis Xavi sebagai mantan pelatih maupun dari perjalanan Lionel Messi yang kini menapaki babak baru di Inter Miami dan UE Cornella. Apapun arah yang dipilih, jejak langkah sang bintang tetap menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
