Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Lee Kang-In kembali menunjukkan kelasnya pada laga Ligue 1 pekan ini ketika Paris Saint-Germain (PSG) mengalahkan Angers dengan skor telak 3-0 di Stade Raymond Kopa. Gol pembuka yang ia cetak pada menit ke‑7 menjadi gol keempatnya musim ini, sementara assistnya kepada Lucas Berrad menambah satu kontribusi serangan lagi. Penampilan tersebut mengantarkannya meraih nilai tertinggi 9, menegaskan perannya sebagai pemain paling berpengaruh dalam pertandingan.
Statistik pribadi Lee pada laga itu sungguh mengesankan. Persentase keberhasilan umpan mencapai 96 %, ia menciptakan tiga peluang berbahaya, serta merebut bola sebanyak tujuh kali. Keefektifan tersebut tidak hanya membantu PSG mengamankan tiga poin penuh, melainkan juga mengangkat tim ke posisi 69 poin di klasemen Ligue 1.
Meskipun prestasinya di liga domestik semakin konsisten, masa depan Lee di ajang Eropa masih dirundung ketidakpastian. Pada fase knockout UEFA Champions League musim lalu, ia tidak sekali pun mendapat menit bermain. Musim ini, dari 14 pertandingan UCL, Lee hanya menjadi starter satu kali, sisanya selalu masuk dari bangku cadangan. Pertanyaan besar muncul menjelang semifinal melawan Bayern Munich: akankah ia mendapatkan kesempatan sebagai starter?
Pelatih Luis Enrique menyatakan kepuasannya atas kemenangan tim, namun tidak memberi komentar khusus mengenai Lee. Sementara itu, gelandang asal Korea Selatan tersebut menyampaikan ambisinya secara terbuka: “Saya ingin memenangkan Ligue 1 dan Champions League. Saya sedang mempersiapkan diri dengan cara terbaik.” Pernyataan ini menegaskan tekadnya untuk tetap bersaing di level tertinggi, meski persaingan tempat di lini tengah semakin ketat.
Situasi menjadi semakin menarik setelah cedera Vitinha, gelandang kunci PSG, yang membuka peluang bagi Lee untuk masuk ke starting XI melawan Bayern. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Enrique, yang harus menyeimbangkan antara kepercayaan pada pemain muda berpotensi tinggi dan kebutuhan taktik melawan salah satu tim paling kuat di Eropa.
Di luar lapangan, nama Lee juga terus beredar dalam rumor transfer. Atletico Madrid dilaporkan menunjukkan minat serius, bahkan ada kabar bahwa PSG telah menerima tawaran yang “sangat baik” untuk gelandang berusia 24 tahun tersebut. Meskipun demikian, klub Paris belum mengonfirmasi apapun, dan Lee sendiri tampaknya lebih fokus pada target musim ini bersama PSG.
Penampilan gemilang Lee melawan Angers juga mendapat sorotan media sosial, khususnya di Instagram resmi pemain. Video gol dan assistnya mendapat ratusan ribu tampilan, memperkuat citra positifnya di mata publik. Namun, sorotan tersebut sekaligus menambah tekanan, mengingat ekspektasi tinggi dari pendukung yang mengharapkan ia menjadi pilihan utama pada laga besar.
Jika Lee berhasil menembus starting XI melawan Bayern, ia akan menghadapi tantangan tak sekadar teknis, melainkan mental. Pertandingan semifinal UCL selalu menuntut ketahanan fisik dan konsentrasi tinggi. Sebuah penampilan solid dapat menjadi batu loncatan bagi karier internasionalnya, sekaligus memperkuat posisi tawar dalam negosiasi transfer di masa depan.
Sejauh ini, statistik menunjukkan bahwa ketika Lee bermain penuh 90 menit, PSG mencatat rata‑rata penguasaan bola lebih tinggi dan peluang tembakan ke gawang lawan meningkat signifikan. Hal ini memberi argumen kuat bagi Enrique untuk memberi kepercayaan lebih pada pemain yang sedang berada dalam performa puncak.
Kesimpulannya, meskipun Lee Kang-In telah membuktikan dirinya sebagai aset penting di Ligue 1, perjalanan menuju peran utama di panggung Champions League masih penuh teka‑teki. Semua mata kini tertuju pada keputusan taktik Luis Enrique menjelang laga semifinal melawan Bayern Munich, serta apakah tekanan transfer akan memengaruhi fokusnya pada kompetisi klub.
