Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 03 Agustus 2026 | UEFA, badan pengatur sepak bola Eropa, telah mengancam untuk mengambil tindakan hukum terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait rencana penjualan hak komersial Piala Dunia melalui perusahaan yang disebut FIFA Forward Enterprise (FFE). Rencana ini bertujuan untuk mengumpulkan dana sebesar $4,2 miliar dari investor swasta.
Rencana tersebut mendapat reaksi keras dari UEFA, CONCACAF, dan Federasi Sepak Bola Asia (AFC), yang menyebabkan FIFA membatalkan rencana tersebut. Namun, UEFA masih kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA dan meminta Infantino untuk mengundurkan diri.
UEFA telah mengirim surat kepada Infantino, meminta dia untuk segera mengidentifikasi, melokasi, dan melestarikan semua dokumen dan informasi yang terkait dengan rencana FFE. UEFA juga meminta Infantino untuk mengakui penerimaan surat tersebut dan memastikan bahwa semua dokumen yang relevan dipreservasi.
Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, juga telah menyatakan bahwa Infantino tidak lagi layak untuk memimpin FIFA. Burnham menyatakan bahwa rencana penjualan hak komersial Piala Dunia adalah sebuah kesalahan besar dan bahwa Infantino harus bertanggung jawab atas tindakannya.
Krisis kepercayaan ini telah menyebabkan tekanan besar pada Infantino, dengan banyak pihak yang meminta dia untuk mengundurkan diri. UEFA telah menyatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan konfederasi lain untuk memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi.
Dalam beberapa bulan terakhir, Infantino telah menghadapi banyak kritik dan kontroversi, termasuk rencana penjualan hak komersial Piala Dunia dan keputusan untuk memberikan hak penyelenggaraan Piala Dunia 2022 kepada Qatar.
Kesimpulan dari krisis ini adalah bahwa UEFA dan konfederasi lain akan terus memantau situasi dan memastikan bahwa kepentingan sepak bola dunia diprioritaskan. Infantino harus bertanggung jawab atas tindakannya dan memastikan bahwa FIFA dipimpin dengan transparan dan akuntabel.
