Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 28 Juli 2026 | Persija Jakarta mengawali perjalanan di Piala Presiden 2026 dengan kekalahan 0-1 dari Persebaya Surabaya. Meski kecewa, pelatih Shin Tae-yong tetap optimis dan berjanji untuk memperbaiki skuad Macan Kemayoran sebelum Super League 2026-2027 bergulir.
Shin Tae-yong mengakui hasil ini tidak sesuai ekspektasi, tetapi ia percaya ke depannya tim ini akan bermain lebih baik lagi dan menunjukkan performa yang semakin meningkat. Ia menyoroti komunikasi antarpemain akan menjadi fokus perbaikan, terutama setelah gol bunuh diri yang tercipta melalui Radovan Pankov pada menit ke-63.
Persiapan yang singkat juga menjadi salah satu faktor di balik kekalahan Persija Jakarta. Shin Tae-yong menyebut kondisi tim yang belum memiliki persiapan ideal menjadi salah satu faktor di balik kekalahan tersebut. Ia berharap timnya bisa memperbaiki diri dan menunjukkan performa yang lebih baik di pertandingan selanjutnya.
Shin Tae-yong juga mengapresiasi tinggi daya juang anak-anak asuhnya meskipun harus menelan kekalahan tipis dari Persebaya Surabaya. Ia mengaku tetap bangga karena para pemain Macan Kemayoran tetap memberikan usaha maksimal dan bertarung habis-habisan hingga peluit panjang berbunyi.
Meskipun Persija Jakarta kalah, Shin Tae-yong tetap percaya bahwa timnya bisa melangkah lebih jauh dan lebih baik lagi ke depannya. Ia berjanji untuk memperbaiki skuad dan menunjukkan performa yang lebih baik di pertandingan selanjutnya.
Kekalahan ini sekaligus memberi debut menyakitkan bagi pelatih baru Persija asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. Shin Tae-yong datang ke Persija dengan reputasi menangani Timnas Indonesia selama lima tahun. Pekerjaan Shin Tae-yong sebelum melatih Persija ialah menangani klub Korea Selatan, Ulsan HD.
Singkatnya masa melatih Shin Tae-yong di Ulsan HD diduga karena tindak tanduk Shin Tae-yong. Ia dilaporkan atas dugaan penyerangan, pelecehan verbal, serta penyalahgunaan jabatan setelah ditemukan stik golf di bus tim saat menjalani laga tandang.
Puncaknya, bek Ulsan, Jeons Seung-hyun, menuduh Shin Tae-yong melakukan penyerangan terhadap dirinya. Shin Tae-yong sebelumnya telah membantah tuduhan tersebut dan mengaku memiliki rekaman video sebagai bantahan atas klaim yang diarahkan kepadanya.
Shin Tae-yong juga menghadapi sanksi dari Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) terkait kasus yang terjadi saat menangani Ulsan HD. Ia dijatuhi larangan beraktivitas di sepak bola Korea Selatan selama satu tahun. Namun, Persija melakukan klarifikasi kepada KFA dan memperoleh kepastian mengenai sanksi yang sebenarnya.
Shin Tae-yong yakin bahwa sanksi tersebut tidak akan memengaruhi pekerjaannya bersama Persija. Ia berjanji untuk memperbaiki skuad dan menunjukkan performa yang lebih baik di pertandingan selanjutnya.
Kesimpulan, Persija Jakarta masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperbaiki diri dan menunjukkan performa yang lebih baik. Shin Tae-yong percaya bahwa timnya bisa melangkah lebih jauh dan lebih baik lagi ke depannya. Dengan persiapan yang lebih baik dan komunikasi antarpemain yang lebih efektif, Persija Jakarta siap untuk menghadapi pertandingan selanjutnya dan menunjukkan performa yang lebih baik.
