PSIS Semarang Siap Gempur Persipura: Sejarah Gemilang, Tantangan Liga 2, dan Kiper Cedera

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 15 April 2026 | PSIS Semarang kembali berada di titik krusial dalam perjalanan Championship 2025/2026. Laskar Mahesa Jenar, yang pernah mengukir sejarah dengan gelar juara Perserikatan pada 1987, kini berjuang mempertahankan eksistensinya di Liga 2 sambil menyiapkan diri menghadapi tiga lawan calon promosi, termasuk tandang menantang ke Stadion Lukas Enembe melawan Persipura Jayapura pada pekan ke-25.

Sejak kemenangan dramatis 2-1 atas Bali United di Liga 1 yang terjadi beberapa musim lalu, PSIS menapaki fase transisi yang penuh dinamika. Meskipun tak lagi berkompetisi di kasta tertinggi, semangat juara tetap mengalir dalam skuad yang dipimpin pelatih utama bersama asistennya, Anang Dwita. Tim kini menumpuk tiga laga penentu di akhir musim, yakni melawan Persipura, Persiku Kudus, dan satu lagi tim yang berpeluang naik ke Liga 1.

Baca juga:

Persiapan menghadapi Persipura dimulai dari sesi latihan intensif di lapangan POJ City, Semarang, pada Selasa, 14 April 2026. Asisten pelatih Anang Dwita menegaskan fokus utama adalah memperkuat pertahanan. “Kami memperbaiki transisi dan menambah kekompakan lini belakang karena Persipura memiliki pemain cepat dan serangan balik yang berbahaya,” ujarnya setelah latihan selesai. Evaluasi terakhir menunjukkan kelemahan pada transisi menyerang‑defensif, terutama saat tim menahan imbang 3-3 melawan Persiku Kudus.

Sementara persiapan taktis berjalan, isu cedera kiper utama Mario Londok menjadi sorotan. Kiper berusia 28 tahun mengalami cedera bahu saat bertabrakan dengan striker Persiku, Igor Henrique, pada laga pekan 24. Kondisi bahu yang masih bengkak membuat pelatih kiper I Komang Putra memperkirakan Mario harus absen setidaknya satu hingga dua minggu. Pengganti sementara Mario kini dipegang oleh Rizky Darmawan, yang baru saja kembali dari skorsing kartu merah, dan kiper muda Raka Octa yang tampil impresif melawan Persiku.

Dengan ketidakhadiran Mario, pertahanan PSIS harus semakin solid. Anang Dwita menambahkan, “Kami menekankan disiplin dan kerja keras, terutama dalam mengantisipasi serangan cepat Persipura. Jika lini belakang dapat menahan tekanan, peluang mencuri poin di Papua akan semakin besar.”

Sejarah panjang PSIS tidak melupakan momen gemilang 1987, ketika skuad Mahesa Jenar menaklukkan Persebaya Surabaya 1-0 di Stadion Utama Senayan, mencatatkan gol penentu oleh Syaiful Amri pada menit ke-77. Momen itu tetap menjadi inspirasi bagi generasi pemain kini, terutama bagi pemain bertahan seperti Otavio Dutra, yang menjadi tulang punggung lini belakang bersama rekan-rekannya.

Secara statistik, PSIS berada di zona aman dari degradasi, namun jarak ke tiga posisi promosi masih cukup jauh. Pada pekan ini, tim menempati posisi ke-12 dengan 22 poin, sementara tiga tim terdekat—Persipura (30 poin), PSM Makassar (28 poin), dan PSMS Medan (27 poin)—menjadi target utama yang harus dihadapi. Mengamankan setidaknya satu poin melawan Persipura dapat memberikan dorongan moral sekaligus menutup celah poin yang masih terbuka.

Tak hanya aspek taktik, manajemen klub juga menyiapkan kebijakan dukungan mental bagi pemain. Pelatih kepala menekankan pentingnya fokus pada proses, bukan hasil semata. “Kami ingin anak-anak tetap semangat, terus fokus, karena tiga pertandingan terakhir sangat menentukan,” kata I Komang Putra dalam konferensi pers singkat.

Dengan kombinasi pengalaman historis, persiapan taktis yang matang, serta rotasi pemain yang menyesuaikan kondisi cedera, PSIS Semarang berharap dapat menambah poin penting di laga tandang Papua. Meski persaingan Liga 2 semakin ketat, semangat Laskar Mahesa Jenar tetap berkobar, mengingat kembali kejayaan masa lalu sebagai motivasi untuk melangkah maju.

Jika PSIS mampu menahan serangan cepat Persipura dan memanfaatkan peluang lewat serangan balik, mereka berpotensi meraih hasil imbang atau bahkan kemenangan. Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada klasemen, tetapi juga menghidupkan kembali kebanggaan pendukung yang telah lama menantikan kebangkitan kembali sang juara lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *