Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler β 03 Juli 2026 | Pertandingan antara Australia dan Mesir di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu duel sengit di babak 32 besar. Kedua tim memiliki ambisi besar untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.
Australia datang dengan status runner-up Grup D setelah mengalahkan Turki, kalah dari Amerika Serikat, dan imbang melawan Paraguay. Sementara itu, Mesir berhasil menjadi runner-up Grup G setelah menang atas Selandia Baru dan imbang melawan Belgia dan Iran.
Pelatih Australia, Tony Popovic, mengandalkan taktik pragmatis dengan formasi 3-4-2-1. Ujung tombak serangan Australia mengandalkan Mohamed Toure yang didukung oleh Connor Metcalfe dan Nestory Irankunda dari lini kedua.
Sementara itu, Mesir tampil tidak begitu mengesankan di fase grup. Namun, mereka masih memiliki harapan besar untuk melangkah lebih jauh. Kondisi Mohamed Salah menjadi perhatian utama karena cederanya, tetapi dia telah kembali berlatih dan mungkin akan dimainkan lawan Australia.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat karena Australia memiliki organisasi pertahanan yang solid dan duel fisik yang kuat, sementara Mesir memiliki ancaman dari transisi cepat dan kualitas individu di lini serang.
Pemenang pertandingan ini akan menghadapi pemenang laga Argentina kontra Tanjung Verde pada babak 16 besar. Australia dipastikan tampil tanpa Mathew Leckie dan Jacob Italiano karena cedera, sehingga Popovic harus kembali meracik komposisi tim agar keseimbangan lini belakang dan depan tetap terjaga.
Di kubu lawan, pelatih Hossam Hassan masih menunggu perkembangan kondisi Mohamed Salah. Kapten Mesir itu mengalami masalah hamstring saat bermain imbang 1-1 melawan Iran pada laga terakhir fase grup.
Pertandingan ini menjadi peluang besar bagi Australia untuk mencatat sejarah baru setelah dua kali gagal melewati fase gugur, yakni saat disingkirkan Italia pada 2006 dan Argentina pada 2022. Pelatih Australia, Tony Popovic, menegaskan timnya harus fokus penuh untuk memanfaatkan momen penting tersebut.
Di sisi lain, Mesir lolos ke fase gugur sebagai runner-up Grup G di bawah Belgia. Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi The Pharaohs karena untuk pertama kalinya menembus babak gugur Piala Dunia era modern.
Dalam pertandingan ini, Australia mengandalkan organisasi pertahanan yang solid serta duel fisik, sementara Mesir memiliki ancaman dari transisi cepat dan kualitas individu di lini serang. Pemenang pertandingan ini akan menghadapi pemenang laga Argentina kontra Tanjung Verde pada babak 16 besar.
Untuk mencapai babak 16 besar, Australia dan Mesir harus berjuang keras. Kedua tim memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing, sehingga pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit dan menarik.
Prediksi susunan pemain Australia: Patrick Beach; Alessandro Circati, Harry Souttar, Lucas Herrington; Jordan Bos, Jackson Irvine, Aiden OβNeill, Aziz Behich; Cristian Volpato, Conor Metcalfe; Nestory Irankunda.
Prediksi susunan pemain Mesir: Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Marwan Ateya, Hamdy Fathy; Mostafa Ziko, Mohamed Salah, Emam Ashour; Omar Marmoush.
Kesimpulan, pertandingan antara Australia dan Mesir di Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu duel sengit di babak 32 besar. Kedua tim memiliki ambisi besar untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini, sehingga pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dan menarik.
