Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Mei 2026 | PSS Sleman resmi mengamankan tiket promosi ke BRI Super League 2026/2027 usai menangkan laga krusial 3-0 melawan PSIS Semarang pada 3 Mei 2026 di Stadion Maguwoharjo. Kemenangan tersebut mengukuhkan posisi Laskar Sembada sebagai juara Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 dengan total 56 poin dari 27 pertandingan.
Di balik keberhasilan itu, Direktur Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra, tak menutup-nutupi rasa bahagianya. Ia menilai penampilan tim pada pertandingan penentu itu sebagai salah satu yang terbaik sepanjang musim. “Hari ini kami menampilkan pertandingan yang sangat bagus, salah satu yang terbaik musim ini. Di saat yang tepat, para pemain memberikan yang terbaik,” ujar Huistra.
Huistra, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih utama PSS pada musim 2024/2025 di BRI Liga 1 namun tidak mampu menyelamatkan tim dari degradasi, kini kembali berperan sebagai otak taktik di Liga 2. Karena regulasi Liga 2 melarang pelatih asing menjadi head coach, posisi kepala pelatih diisi Ansyari Lubis, sementara Huistra berperan sebagai “pelatih bayangan” yang memberi arahan teknis dan strategi.
Faktor Kunci Keberhasilan
- Kerja kolektif: Huistra menekankan pentingnya sinergi antara pelatih, staf teknis, dan pemain selama 27 laga.
- Persiapan fisik: Energi pemain dinilai sangat baik, memungkinkan tim menguasai tempo permainan.
- Taktik fleksibel: Perubahan formasi yang cepat memanfaatkan kekuatan penyerang seperti Mariano Peralta.
Setelah mengamankan promosi, PSS masih memiliki satu agenda penting, yaitu menghadapi Garudayaksa pada 9 Mei 2026 di final grup. Huistra mengingatkan bahwa meskipun gelar juara penting, prioritas utama tetap promosi. “Kami akan membiarkan kebahagiaan ini meresap dulu, baru kemudian bersiap menghadapi Garudayaksa,” ujarnya.
Berbicara soal masa depan, Huistra memberi sinyal positif. Ketika ditanya apakah akan kembali melatih tim musim depan, ia menjawab, “Saya berharap juga begitu,” sambil menambahkan kontraknya masih panjang. Senyumnya menegaskan keyakinan bahwa ia akan tetap menjadi bagian penting PSS di level tertinggi.
Perspektif Pelatih Lain
Jean‑Paul van Gastel, pelatih PSIM Yogyakarta, mengakui peran Huistra dalam keberhasilan PSS. “Kolega saya, asal Belanda, bekerja sangat baik musim ini,” katanya dalam konferensi pers menjelang derbi Mataram yang akan kembali di Super League.
Derbi antara PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta dijadwalkan kembali pada musim 2026/2027, menandai kembalinya persaingan panas antara dua tim DIY di kasta tertinggi setelah hampir satu dekade.
Dengan promosi ini, PSS Sleman siap menatap tantangan baru di BRI Super League. Huistra, yang kini berposisi sebagai Direktur Teknik, bertekad menyiapkan skuad yang kompetitif, memanfaatkan pengalaman di Liga 1 dan mengoptimalkan potensi pemain lokal. Jika semua elemen tetap bersatu, harapan besar menanti Elang Jawa di kancah nasional.
Kesimpulannya, kombinasi strategi cerdas, kerja keras bersama, dan kepemimpinan teknis Pieter Huistra menjadi katalis utama promosi PSS Sleman. Dengan kontrak yang masih terbuka, ia tampak siap mengarahkan tim kembali ke panggung utama sepak bola Indonesia pada musim depan.
