Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 April 2026 | Jumat malam, 23 April 2026, Ciutat de València menjadi saksi laga penentu nasib dua klub yang berjuang keras demi bertahan di LaLiga. Levante UD menyambut Sevilla FC dalam pertandingan lanjutan Jornada 33, di mana tiga poin bisa mengubah peta klasemen secara dramatis. Kedua tim berada di zona merah, namun selisih poin tipis menambah tekanan pada setiap keputusan di lapangan.
Levante menempati posisi ke-19 dengan 29 poin, hanya selisih dua poin dari zona aman. Statistik menunjukkan tim asal Valencia mencatat 7 kemenangan, 8 hasil seri, dan 16 kekalahan sejak awal musim, dengan selisih gol -15 (35 mencetak, 50 kebobolan). Sementara Sevilla berada di peringkat ke-17 dengan 34 poin, berjarak lima poin dari zona aman. Rekor mereka mencatat 9 kemenangan, 7 seri, dan 15 kekalahan, serta selisih gol -12 (39 mencetak, 51 kebobolan). Kedua tim membutuhkan hasil positif untuk mengurangi jarak dengan tim di atas mereka.
Dalam lima pertandingan terakhir, Levante menunjukkan perbaikan kecil dengan kemenangan tipis 1-0 atas Getafe, yang memberi mereka harapan untuk menambah poin di rumah. Namun, serangan mereka masih tergantung pada akurasi Akor Adams dan kreativitas Carlos Álvarez, yang harus memecah pertahanan lawan. Di sisi lain, Sevilla baru saja mengalahkan Atlético Madrid 2-1, sebuah kemenangan yang meningkatkan moral tim namun tidak menghapus keraguan mengenai konsistensi mereka. Rubén Vargas dan Isaac Romero tampil impresif, namun ketidakhadiran Januzaj, Joan Jordán, serta cedera Azpilicueta dan Marcão menambah beban pada skuad.
Pelatih Luis García Plaza menyiapkan formasi 4-3-3 yang menekankan serangan melalui sisi lapangan. Daftar pemain yang diprediksi mulai meliputi Juanlu (RB), Kike Salas (CB), Gudelj (CB), y Carlos Álvarez (LB); lini tengah diisi oleh Agoumé, Sow, dan Isaac; sementara lini depan menampilkan Akor Adams, Vargas, dan Carlos Espí. García Plaza menegaskan bahwa tim harus menahan tekanan awal Levante dan memanfaatkan kecepatan sayap untuk menciptakan peluang. Di pihak Levante, pelatih Luís Castro diperkirakan akan menurunkan formasi 5-4-1, mengandalkan kekuatan pertahanan dan serangan balik melalui Akor Adams yang kembali menjadi andalan.
“Levante adalah tim yang telah menunjukkan perkembangan signifikan tahun ini,” ujar Luis García Plaza menjelang pertandingan. “Jika kami bisa mengendalikan tempo dan mengeksekusi peluang, kemenangan akan menjadi langkah maju yang brutal bagi kami.” Sebaliknya, Luís Castro menambahkan, “Kami harus percaya pada kemampuan kami. Ini bukan sekadar tiga poin, melainkan kesempatan untuk menutup jarak dan melancarkan harapan kembali ke zona aman.” Kedua pernyataan tersebut mencerminkan tekanan mental yang melanda para pemain di kedua kubu.
Beberapa faktor kunci akan menentukan hasil akhir. Pertama, kemampuan Sevilla untuk menguasai bola di tengah lapangan dan memaksa pertahanan Levante terbuka. Kedua, efektivitas serangan balik Levante, khususnya lewat Akor Adams yang mampu menembus pertahanan lawan dengan kecepatan. Ketiga, disiplin defensif; Sevilla harus menghindari kebobolan akibat serangan cepat Levante, sementara Levante tidak boleh memberi ruang bagi Vargas untuk menembus pertahanan.
Jika Sevilla berhasil mengamankan kemenangan, mereka akan menutup jarak menjadi tiga poin dengan tim di posisi aman terdekat, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri menjelang pertandingan berikutnya melawan Real Sociedad. Sebaliknya, Levante yang mengalahkan Sevilla akan melompat ke posisi 17, memaksa klub-klub yang berada di atasnya untuk menambah tekanan. Kemenangan Levante juga akan menambah moral bagi tim yang baru saja kembali ke Primera setelah perjuangan keras di divisi sebelumnya.
Secara keseluruhan, pertemuan Levante vs Sevilla bukan sekadar laga biasa, melainkan duel yang dapat menentukan siapa yang masih memiliki kesempatan bertahan di LaLiga. Kedua pelatih menekankan pentingnya konsistensi, mentalitas juara, dan eksekusi taktik yang tepat. Dengan tiga poin yang dipertaruhkan, setiap aksi di lapangan akan memiliki konsekuensi besar bagi masa depan masing-masing klub.
