Persib vs Arema: Ribuan Bobotoh, 3.000 Personel Polisi Siap Amankan Laga Bergengsi di GBLA

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 23 April 2026 | Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) bersiap menyambut duel sengit antara Persib Bandung dan Arema FC pada Jumat, 24 April 2026 pukul 19.00 WIB. Pertandingan pekan ke-28 BRI Super League 2025/26 ini diprediksi akan dihadiri puluhan ribu bobotoh, sekaligus menjadi sorotan utama karena kepolisian menyiapkan sekitar 3.000 personel untuk menjamin keamanan dan ketertiban.

Plt Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Adiwijaya, menyampaikan bahwa rapat koordinasi pengamanan telah dilaksanakan bersama panitia pelaksana dan pihak keamanan lain, termasuk TNI serta Satpol PP Kota Bandung. “Kami mempersiapkan personel untuk mengamankan lebih kurang 3.000 personel,” ujarnya saat ditemui di Lapangan Tegallega, Rabu (22/4/2026). Koordinasi tersebut mencakup pengaturan akses jalan, pemeriksaan tiket, dan penyaringan barang bawaan penonton.

Baca juga:

Berikut rangkaian langkah pengamanan yang dijabarkan:

  • Pengawasan ketat pada akses utama Jalan Soekarno‑Hatta menuju Jalan Gedebage Selatan.
  • Pemeriksaan tiket dan barang di kawasan Cimincrang, Rancanumpang, serta Babakan Sayang sebelum memasuki area stadion.
  • Pembatasan masuk barang berbahaya seperti minuman keras, senjata tajam, atau benda berpotensi mengganggu ketertiban.
  • Patroli intensif di area tribun selama dan setelah pertandingan.

Selain aspek keamanan fisik, kebijakan PSSI juga menjadi sorotan. Persib Bandung menegaskan bahwa suporter Arema, atau Aremania, tidak diperbolehkan hadir langsung di GBLA. Kebijakan ini merujuk pada Pasal 5 ayat 7 regulasi musim ini yang masih melarang kehadiran suporter tim tamu demi proses transformasi sepak bola nasional. Head of Communications Persib, Adhi Pratama, mengimbau Aremania untuk menghormati keputusan tersebut dan tetap memberikan dukungan secara tertib.

Tekanan dari kerumunan bobotoh menjadi topik pembicaraan utama bagi Arema FC. Penyerang asal Brasil, Gustavo Franca, mengakui bahwa atmosfer GBLA yang “angker” bagi tim tamu menambah beban mental. Namun, ia menegaskan bahwa timnya akan mengubah intimidasi tersebut menjadi motivasi. “Stadion itu selalu dipenuhi suporter Persib, tentu saja itu memberikan tekanan tersendiri bagi kami ketika bertanding,” kata Franca dalam wawancara dengan Striker.

Franca menambahkan bahwa pengalaman sebelumnya bersama rival persaingan abadi Persija Jakarta di GBLA memberi pelajaran berharga. Saat itu, ia hanya menjadi cadangan dan menyaksikan timnya kalah tipis 0‑1. Kini, dengan dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan melawan Persita Tangerang dan Persis Solo, Arema FC datang dengan kepercayaan diri tinggi.

Sementara itu, Persib Bandung berada dalam posisi genting di klasemen. Setelah hasil imbang melawan Dewa United, jarak poin dengan pesaing terdekat, Borneo FC dan Persija, semakin menipis. Pelatih Persib diharapkan menyiapkan taktik yang dapat menahan serangan Arema yang tengah berada dalam performa bagus.

Keamanan tidak hanya menjadi prioritas bagi aparat, tetapi juga bagi penyelenggara. Penonton diimbau untuk menonton dengan tertib, menjaga kebersihan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan. Polrestabes Bandung menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak tegas untuk memastikan pertandingan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Dengan kombinasi antara kebijakan regulasi, tekanan suporter, dan kesiapan keamanan yang masif, Persib vs Arema diprediksi akan menjadi salah satu laga paling menegangkan dalam musim ini. Semua pihak menantikan bagaimana dinamika di lapangan serta respons publik terhadap upaya pengamanan yang dilakukan.

Jika keamanan dapat terjaga dan pertandingan berlangsung tanpa insiden, hasil akhir akan menjadi sorotan utama bagi kedua tim dalam perjuangan mereka meraih posisi teratas klasemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *