Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 16 Juni 2026 | Tunisia mengalami kekalahan telak 5-1 dari Swedia dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2026. Kekalahan ini memicu tekanan besar pada pelatih Sabri Lamouchi, yang kemudian dipecat hanya beberapa hari setelah pertandingan tersebut.
Keputusan ini membuat Tunisia menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mengganti pelatih setelah hanya satu pertandingan dan sebelum eliminasi dari turnamen. Herve Renard, pelatih berpengalaman yang pernah melatih beberapa tim nasional, ditunjuk sebagai pengganti Lamouchi.
Renard memiliki tugas berat untuk membalikkan nasib Tunisia dalam turnamen ini. Ia harus segera memahami tim dan mengintegrasikan diri dengan skuat sebelum menghadapi pertandingan penting melawan Jepang dan Belanda. Kekalahan telak dari Swedia menunjukkan bahwa Tunisia memiliki masalah besar dalam pertahanan, yang perlu diperbaiki secepatnya.
Perubahan pelatih di tengah turnamen bukanlah hal yang umum, dan hasilnya bisa beragam. Spanyol pernah mengganti pelatih di Piala Dunia 2018, tetapi tidak berhasil memperbaiki performa tim. Di sisi lain, Pantai Gading berhasil memenangkan Piala Afrika 2023 setelah mengganti pelatih di tengah turnamen.
Tunisia berharap bahwa dengan pengalaman dan kemampuan Renard, mereka dapat membalikkan keadaan dan lolos dari babak grup. Namun, ini akan menjadi tantangan besar, mengingat kekalahan telak mereka di pertandingan pertama dan persaingan sengit di grup mereka.
Kekalahan Tunisia juga menimbulkan pertanyaan tentang strategi dan pendekatan tim. Mereka perlu memperbaiki pertahanan dan mencari cara untuk mencetak gol lebih banyak jika ingin bertahan di turnamen ini. Dengan penggantian pelatih, harapan Tunisia untuk memperbaiki performa dan mencapai hasil yang lebih baik di Piala Dunia 2026 masih terbuka.
