Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 Juni 2026 | Paul Scholes, legenda Manchester United, baru-baru ini mengkritik keputusan Thomas Tuchel, pelatih tim nasional Inggris, untuk memainkan Jude Bellingham di posisi yang salah. Scholes percaya bahwa Bellingham seharusnya dimainkan di posisi gelandang dalam, bukan sebagai gelandang serang.
Inggris telah mengalami awal yang sulit di Piala Dunia, dengan hasil imbang 0-0 melawan Ghana. Scholes berpendapat bahwa keputusan Tuchel untuk memainkan Declan Rice dan Elliot Anderson bersama-sama di tengah lapangan terlalu konservatif dan tidak efektif.
Scholes juga mengingatkan bahwa Tuchel pernah bekerja sebagai asisten pelatih di Manchester United, di mana dia berperan penting dalam memperkuat pertahanan tim. Namun, Scholes khawatir bahwa Tuchel mungkin belum menemukan formasi yang tepat untuk tim nasional Inggris.
Di sisi lain, Carlos Queiroz, pelatih Ghana, telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam mempersiapkan timnya untuk menghadapi Inggris. Queiroz, yang pernah bekerja sebagai asisten pelatih di Manchester United, menggunakan taktik yang sama yang dia gunakan untuk mengalahkan Barcelona di Champions League beberapa tahun yang lalu.
Queiroz mempersiapkan timnya untuk bermain dengan sistem pertahanan yang ketat, membatasi ruang gerak pemain Inggris dan membuat mereka kesulitan mencetak gol. Strategi ini terbukti efektif, karena Inggris hanya mampu menciptakan sedikit peluang gol.
Dengan hasil ini, Inggris masih memiliki peluang untuk maju ke babak selanjutnya, tetapi mereka harus memperbaiki performa mereka jika ingin bersaing dengan tim-tim lain yang lebih kuat. Scholes berharap bahwa Tuchel akan mengambil keputusan yang tepat untuk memperbaiki formasi tim dan memanfaatkan bakat pemain-pemain muda seperti Bellingham.
Kesimpulan dari pertandingan ini adalah bahwa Inggris masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan mereka di Piala Dunia. Dengan kritik dari Scholes dan strategi yang efektif dari Queiroz, Inggris harus memperbaiki performa mereka jika ingin berhasil di turnamen ini.
