Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Pada Sabtu, 25 April 2026, pertandingan penutup musim Championship antara Oxford United dan Sheffield Wednesday menjadi sorotan utama. Kedua tim sudah dipastikan akan turun ke League One setelah hasil pertandingan lain pada siang hari mengamankan tempat Oxford United di zona degradasi. Meskipun nasib mereka sudah ditentukan, pertandingan tetap menyajikan aksi memukau, terutama dari penyerang tamu Tottenham, Will Lankshear, yang mencetak dua gol dan mengukir penampilan terbaiknya musim ini.
Di Kassam Stadium, penonton berjumlah 12.476 orang menyaksikan Oxford United membuka skor hanya lima menit setelah peluit pertama. Lankshear menerima umpan rendah dari Stan Mills, lalu melakukan flick cerdas di dekat tiang gawang, menaklukkan kiper Sheffield Wednesday, Pierce Charles. Gol pembuka ini menandai gol ke-5 Lankshear musim ini dan menambah kepercayaan diri tim tamu.
Enam menit kemudian, Lankshear kembali menunjukkan kelasnya. Pada menit ke-27, ia menerima umpan silang dari Mills, berputar, lalu mengeksekusi tembakan jarak 25 yard yang melengkung indah ke sudut atas gawang, menjadikan skor 2-0. Kedua golnya menegaskan peran pentingnya dalam menyerang, sekaligus meningkatkan total golnya menjadi 12 untuk kompetisi ini.
Sheffield Wednesday berusaha bangkit, namun usaha mereka terhalang oleh beberapa peluang yang gagal. Pada menit ke-45, Charlie McNeil hampir memperkecil ketertinggalan lewat tembakan keras yang memantul di tiang gawang, namun tidak berhasil masuk. Usaha lain dari Jerry Yates pada awal babak kedua juga harus dibatalkan karena pelanggaran pada kiper Oxford, Jamie Cumming.
Pada menit ke-66, mantan gelandang Sheffield Wednesday, Will Vaulks, mencetak satu-satunya gol tim tamu dengan tendangan setengah voli yang kuat dari dalam kotak penalti. Gol ini memberi harapan singkat bagi Sheffield Wednesday, namun hanya bertahan singkat.
Menanggapi gol Vaulks, Oxford United tidak mau kehilangan keunggulan. Hanya satu menit setelah gol Vaulks, pengganti Myles Peart-Harris menambahkan gol ketiga untuk Oxford United dengan tembakan rendah dari dalam kotak penalti, mengembalikan selisih tiga gol.
Sheffield Wednesday mencoba memperkecil lagi melalui Will Grainger, pemain muda berusia 17 tahun yang mencetak gol ke-17 pada menit ke-72 dengan tembakan kuat dari jarak 20 yard. Meskipun gol ini memberikan sedikit harapan, Oxford United kembali menegaskan dominasi mereka dengan menutup skor 4-1 pada menit ke-73 melalui serangan cepat Peart-Harris yang kembali menemukan ruang dan menembak tepat ke sudut kanan gawang.
Berikut rangkuman pencetak gol dalam pertandingan:
- Oxford United – Will Lankshear (5′, 27′), Will Vaulks (66′), Myles Peart-Harris (73′)
- Sheffield Wednesday – Will Grainger (72′)
Pelatih Oxford United, Matt Bloomfield, menyatakan kebanggaannya terhadap penampilan tim meski menghadapi relegasi. Ia menekankan bahwa Lankshear menunjukkan kualitas yang dapat membawanya ke level yang lebih tinggi dan memuji dedikasi pemain muda tersebut. Bloomfield juga menambahkan bahwa meskipun hasil akhir musim mengecewakan, penampilan di depan pendukung setia mereka memberikan alasan untuk optimisme di masa depan.
Di sisi lain, kepala pelatih Sheffield Wednesday, Henrik Pedersen, mengakui ketidaksiapan tim pada babak pertama. Ia menilai bahwa kelelahan fisik dan mental setelah pertandingan melawan Middlesbrough berpengaruh pada performa pemain. Pedersen menegaskan bahwa tim akan memperbaiki mentalitas dan koneksi antar pemain untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Dengan hasil 4-1 ini, Oxford United mencatat kemenangan terbesar mereka pada musim ini, sekaligus menutup penampilan mereka di Championship dengan catatan positif di depan suporter. Sementara Sheffield Wednesday, yang hanya mencatat satu kemenangan pada seluruh musim, harus berjuang keras pada pertandingan terakhir melawan West Brom agar tidak berakhir dengan poin minus.
Ke depannya, Oxford United akan melanjutkan persiapan menuju League One dan mengandalkan talenta seperti Lankshear yang kemungkinan besar akan kembali ke Tottenham pada akhir musim. Sementara Sheffield Wednesday tetap bertekad memperbaiki diri dan menghindari degradasi lebih dalam, meski tantangannya semakin berat.
