Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | NEC Nijmegen terus mengukir langkah konsisten di papan klasemen Eredivisie. Pada pekan ke-25, tim asal Belanda itu berhasil menahan tekanan FC Twente di Enschede dengan hasil imbang 1-1. Pertandingan yang berlangsung sengit memperlihatkan tekad NEC untuk tetap berada di zona tiga besar, sekaligus menambah tekanan pada rival‑rival terdekat.
Gol pertama datang lewat aksi Sondre Ørjasæter untuk Twente pada menit ke‑10 setelah menerima umpan panjang dari Daan Rots. Namun, NEC tidak lama bersandar. Bryan Linssen menyamakan kedudukan pada menit ke‑37, memanfaatkan umpan terobosan Philippe Sandler. Kedua tim kemudian saling menyerang, dengan kiper Twente, Lars Unnerstall, melakukan lima penyelamatan penting, termasuk satu dari dalam kotak penalti pada menit ke‑76. Di menit ke‑84, Tjaronn Chery hampir menambah angka lewat tendangan ke tiang gawang, namun hanya menghasilkan benturan keras pada tiang.
Statistik pertandingan menunjukkan NEC menembakkan 20 tembakan, lebih banyak dibandingkan 13 tembakan Twente. Meskipun begitu, kiper NEC, Gonzalo Cretazz, berhasil menahan enam tembakan tepat sasaran. NEC juga menampilkan aktivitas sayap yang intens, melakukan 26 umpan silang dengan akurasi 19,2 persen, menandakan strategi serangan lebar yang menjadi ciri khas mereka.
Hasil imbang ini menempatkan NEC kembali di posisi ketiga klasemen dengan selisih satu poin dari Feyenoord, yang baru saja mengamankan kemenangan meyakinkan atas FC Groningen. Kemenangan 3-1 Feyenoord menambah jarak mereka menjadi empat poin di atas NEC, namun selisih tersebut masih dapat diatasi mengingat sisa tiga pekan pertandingan.
Selain sorotan di liga domestik, NEC Nijmegen juga menjadi pusat perhatian klub-klub besar Eropa. Baru-baru ini, AC Milan dilaporkan mengamati pertandingan AZ Alkmaar vs NEC Nijmegen sebagai bagian dari proses scouting. Meskipun detail taktik belum terungkap, kehadiran jaringan pengintai Milan menandakan bahwa talenta pemain NEC berada di radar pasar transfer internasional.
Dalam konteks persaingan klasemen, Ajax Amsterdam berada hanya satu poin di belakang NEC setelah mengunci clean sheet melawan NAC Breda. Penjaga gawang Indonesia, Maarten Paes, tampil impresif dengan tiga penyelamatan krusial, membantu Ajax meraih kemenangan 2-0. Kemenangan ini mengangkat Ajax ke peringkat keempat, menambah tekanan pada NEC untuk mempertahankan performa konsisten.
Jadwal selanjutnya menambah bumbu dramatis. NEC dijadwalkan menjamu Telstar pada pekan berikutnya, sementara FC Twente akan berkunjung ke AZ Alkmaar. Pertarungan di antara ketiga tim tersebut diprediksi akan menentukan siapa yang akan menyalip Feyenoord dalam perlombaan tempat Champions League.
Secara keseluruhan, performa NEC Nijmegen dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan keseimbangan antara serangan agresif dan pertahanan yang terorganisir. Pemain kunci seperti Daan Rots yang terus menciptakan peluang, serta Bryan Linssen yang mampu mengeksekusi gol penting, menjadi faktor utama keberhasilan tim. Jika NEC dapat menjaga konsistensi dan mengoptimalkan peluang di pertandingan berikutnya, peluang untuk kembali memimpin papan atas sangatlah realistis.
Dengan dukungan suporter yang terus bergairah dan mata klub-klub besar Eropa yang tertuju pada mereka, NEC Nijmegen berada pada titik krusial musim 2025/2026. Keputusan taktik, kebugaran pemain, dan hasil pertandingan selanjutnya akan menjadi penentu apakah mereka mampu menutup musim dengan trofi atau setidaknya menatap kualifikasi Liga Champions.
