Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 27 April 2026 | Lucas Frigeri, penjaga gawang asal Brazil yang menjadi ujung tombak pertahanan Arema FC, kembali menegaskan tekadnya menjelang Derby Jawa Timur melawan Persebaya Surabaya. Setelah mencatat tiga pertandingan tanpa kebobolan secara beruntun, sang kiper menyiapkan motivasi baru untuk menghadapi rival tradisional yang telah mencuri lima gol Arema dalam tiga pertemuan sebelumnya.
Catatan bersih atau “nirbobol” yang diraih Frigeri terjadi dalam tiga laga terakhir Liga 1 2026, yakni melawan Persita Tangerang, Persis Solo, dan Persib Bandung. Sebelum rentetan tersebut, Frigeri sempat menggelar 20 gol kebobolan dalam 14 laga, mencerminkan tantangan besar yang berhasil ia atasi lewat kerja keras dan konsistensi. “Kerja keras! Dalam kehidupan seorang penjaga gawang, tidak ada pilihan lain selain bekerja keras. Saat bermain maupun tidak, kita harus selalu bekerja untuk memberikan yang terbaik saat dibutuhkan,” ungkap Frigeri dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media Ileague.
Keberhasilan tiga clean sheet tersebut tidak hanya meningkatkan kepercayaan dirinya, tetapi juga menambah keyakinan tim Arema FC menjelang pertemuan penting di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Selasa, 28 April 2026. Frigeri menambahkan, “Saya sangat senang karena tidak kebobolan. Hal ini memberikan banyak kepercayaan diri bagi kami sebagai penjaga gawang, jadi saya merasa sangat bahagia.”
Meski catatan impresif itu menjadi sorotan, Frigeri menegaskan bahwa ia tidak akan berpuas diri. Ia menyadari pentingnya Derby Jatim bagi pendukung dan sejarah klub. “Sekarang saatnya mencari motivasi baru. Kami memiliki pertandingan yang sangat penting berikutnya, yaitu laga klasik melawan Persebaya,” tegasnya. Fokus penuh menjadi mantra utama menjelang laga, dengan penekanan pada persiapan fisik dan mental.
Persebaya Surabaya, lawan tradisional Arema, masuk ke dalam perhitungan strategis tim. Selama tiga pertemuan terakhir, Persebaya berhasil mencetak lima gol melawan Arema, menunjukkan ancaman serangan yang nyata. Namun, Frigeri yakin pertahanan Arema, terutama lini belakang yang kini lebih terorganisir, mampu menahan serangan lawan. “Hal terpenting adalah terus bekerja keras dan tetap fokus agar kami bisa memberikan yang terbaik di pertandingan selanjutnya,” tambahnya.
Pelatih Arema, Bernardo Tavares, juga menyoroti pentingnya peran Frigeri dalam menjaga kestabilan tim. Tavares menyatakan bahwa kiper yang konsisten memberikan rasa aman bagi bek, sehingga mereka dapat lebih agresif dalam menyerang. “Kita melihat peningkatan signifikan dalam performa kiper kami. Dengan tiga clean sheet, kepercayaan diri tim secara keseluruhan naik, dan itu memberi energi positif pada seluruh skuad,” ujarnya.
Di luar lapangan, Frigeri mengaku mengadopsi pola latihan tambahan, termasuk sesi refleks dan analisis video lawan, untuk memperkuat kemampuan antisipasi. Ia juga menekankan pentingnya dukungan suporter, yang ia sebut sebagai “aura positif” yang menggerakkan performa pemain di lapangan.
Derby Jawa Timur kali ini tidak hanya menjadi ajang adu taktik, tetapi juga arena pembuktian mental bagi Frigeri. Jika ia mampu mempertahankan catatan bersih melawan Persebaya, hal tersebut akan menandai perubahan signifikan dalam perjalanan Arema FC musim ini, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kiper paling berpengaruh di Liga 1 2026.
Dengan semangat baru, kerja keras, dan dukungan suporter, Lucas Frigeri siap menyalakan semangat Arema FC dan mengubah Derby Jatim menjadi momen kebanggaan bagi kota Malang. Pertandingan yang dinanti ini diprediksi akan menjadi salah satu laga paling sengit tahun ini, menampilkan kualitas teknis tinggi dan intensitas emosional yang khas dari persaingan klasik antara Arema dan Persebaya.
