Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 08 April 2026 | Kroasia kembali menyoroti lini pertahanan mereka dengan munculnya talenta muda berusia 19 tahun, Luka Vuskovic. Pemain yang kini berlatih bersama timnas U21 ini diprediksi akan menjadi salah satu kandidat utama untuk menembus skuad utama pada Piala Dunia 2026, menggantikan posisi yang selama ini dipegang oleh Josko Gvardiol.
Sejarah panjang Kroasia dalam mencetak bek berkualitas memberi landasan kuat bagi generasi baru ini. Pada era 1990-an, pertahanan tim Vatreni dipimpin oleh Slaven Bilic, Igor Tudor, dan Dario Simic, yang menjadi faktor kunci dalam meraih peringkat ketiga pada Piala Dunia 1998. Dekade berikutnya menyaksikan munculnya nama-nama seperti Vedran Corluka, Dejan Lovren, Domagoj Vida, Tin Jedvaj, dan Duje Caleta‑Sar, yang terus memperkuat reputasi Kroasia sebagai “gudang” bek kelas dunia.
Kisah keberhasilan pertahanan Kroasia mencapai puncaknya pada Piala Dunia 2018, ketika Lovren dan Vida menjadi tulang punggung yang membawa tim melaju hingga final, meski pada akhirnya harus menyerah kepada Prancis. Keberlanjutan tradisi itu terlihat pada generasi terbaru, yaitu Josko Gvardiol dan Josip Sutalo, yang menandai transisi era emas ke era baru melalui penampilan mereka di Piala Dunia 2022.
Luka Vuskovic kini berada di tengah proses transisi tersebut. Dibekali dengan tinggi badan 1,91 meter, kecepatan, serta kemampuan membaca permainan yang tajam, Vuskovic menunjukkan potensi serupa dengan pendahulunya. Selama musim kompetisi liga domestik, ia telah tampil dalam 18 pertandingan, mencatatkan tiga gol dan lima assist, statistik yang mengesankan untuk seorang bek sentral.
Selain kemampuan defensif, Vuskovic juga dikenal memiliki peran penting dalam fase serangan. Ia sering terlibat dalam permainan bola mati, memanfaatkan tinggi badan dan daya lompanya untuk mencetak gol lewat sundulan. Pendekatan modern terhadap peran bek, yang menggabungkan tugas defensif dengan kontribusi ofensif, menjadikan Vuskovic kandidat ideal untuk strategi taktik yang semakin dinamis.
- Slaven Bilic – Bek berpengalaman era 1990‑an
- Igor Tudor – Penjaga lini belakang yang tangguh
- Dario Simic – Pilar pertahanan 1998
- Dejan Lovren – Pemimpin pertahanan 2018
- Domagoj Vida – Tulang punggung final 2018
- Josko Gvardiol – Rekor transfer bek termahal 2023
- Luka Vuskovic – Calon bintang 2026
Transfer Gvardiol ke Manchester City pada musim panas 2023 dengan nilai 90 juta euro menandai era baru dalam pasar transfer bek. Rekor tersebut menambah tekanan pada generasi berikutnya untuk menunjukkan kualitas yang setara atau bahkan melampaui standar yang telah ditetapkan. Luka Vuskovic, dengan kontrak jangka panjang bersama klub asalnya, menjadi sorotan utama para pencari bakat internasional.
Tim pelatih nasional Kroasia, yang dipimpin oleh Zlatko Dalić, telah memasukkan Vuskovic ke dalam program pengembangan intensif. Selama sesi latihan, ia diuji dalam skenario taktis yang menuntut kecepatan transisi dari pertahanan ke serangan, serta kemampuan menutup ruang gerak lawan di zona tengah lapangan. Dalić menilai bahwa Vuskovic memiliki mentalitas pemenang yang diperlukan untuk bersaing di panggung dunia.
Jika Vuskovic berhasil menembus skuad utama pada 2026, ia akan melanjutkan warisan kuat pertahanan Kroasia yang telah terbukti konsisten selama tiga dekade. Peranannya tidak hanya akan memperkuat lini belakang, tetapi juga memberikan fleksibilitas taktis bagi pelatih dalam mengatur formasi, baik itu 4‑3‑3 tradisional maupun varian 3‑5‑2 yang menuntut bek sentral yang dapat beralih ke posisi wing‑back.
Kesimpulannya, Luka Vuskovic muncul sebagai penerus alami dalam tradisi pertahanan Kroasia yang kaya. Dengan dukungan pelatih, performa klub yang terus meningkat, serta potensi fisik dan teknis yang luar biasa, Vuskovic berpeluang besar menjadi bintang utama pada Piala Dunia 2026. Jika ia dapat menyalurkan kualitas yang dimilikinya, Kroasia kemungkinan akan kembali menampilkan benteng pertahanan yang tak tergoyahkan, siap menantang rival‑rival kuat di ajang paling bergengsi dunia.
