Malen Ganda Triple: Roma Tancap Pisa 3-0, Kontroversi Penalti Membuat Laga Lebih Hangat

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 12 April 2026 | Sabtu dini hari, 11 April 2026, Stadio Olimpico menjadi saksi dominasi AS Roma atas Pisa dalam laga ke-32 Serie A. Giallorossi mencatat kemenangan telak 3-0 berkat performa luar biasa penyerang asal Belanda, Donyell Malen, yang berhasil mencetak hattrick pertamanya di kompetisi Italia.

Roma langsung menancapkan tekanan sejak menit ketiga. Malen, yang baru masuk sebagai starter, menembus pertahanan Pisa dengan kecepatan dan kelincahan. Setelah mengelak dari dua pemain lawan, ia melepaskan tembakan keras yang tak terhentikan kiper Adrian Semper, mengantarkan Roma unggul lebih awal. Gol cepat ini menegaskan intensitas Roma yang tak kenal ampun.

Baca juga:

Pada babak pertama, Bryan Cristante hampir menambah keunggulan lewat sundulan keras dari tendangan pojok, namun bola berhasil diblokir oleh bek Pisa. Menjelang akhir babak pertama, Malen kembali menjadi penentu. Setelah menerima umpan terobosan dari Devyne Rensch, ia menempatkan bola dengan tenang ke sudut gawang, menjadikan skor 2-0. Sebelum gol kedua, Lorenzo Pellegrini sempat mengancam dengan tendangan bebas yang menampar mistar, menambah ketegangan di lapangan.

Masuk babak kedua, Pisa berusaha bangkit. Pada menit ke-70, Stefano Moreo menciptakan peluang namun tembakannya dari luar kotak penalti tidak berhasil menembus svilar. Beberapa menit kemudian, El Shaarawy tampak didorong ke dalam area penalti oleh Aebischer, namun wasit Ermanno Feliciani tidak memberikan penalti, menimbulkan protes dari pemain dan pendukung. Kontroversi serupa muncul pada menit ke-89 ketika Pisa menuntut penalti setelah kontak antara Cristante dan Piccinini, namun keputusan tetap tidak memihak kepada mereka.

Puncak aksi terjadi pada menit ke-87. Matias Soule menyuplai umpan terobosan ke dalam kotak penalti, dan Malen menutup aksi dengan tembakan akurat ke sudut bawah gawang, menyelesaikan hattricknya. Gol ketiga ini menutup skor 3-0, memperpanjang rekor tak terkalahkan Roma di kandang musim ini menjadi sembilan laga tanpa kekalahan, dengan tujuh kemenangan dan dua hasil imbang.

Kekalahan ini menambah catatan kelam Pisa, yang kini telah mencatat 14 laga tanpa mencetak gol. Posisi mereka di dasar klasemen semakin terancam, dengan ancaman degradasi yang kian mendekat. Sementara itu, Roma mengukuhkan dirinya di zona Eropa, terbuka selisih empat poin dari Atalanta yang menempati posisi ketujuh. Dengan performa ini, giallorossi berpeluang mengejar tempat berlaga di kompetisi Eropa musim depan.

  • Pemain kunci: Donyell Malen (3 gol), Matias Soule (assist), Devyne Rensch (assist), Bryan Cristante (gol berbahaya).
  • Wasit: Ermanno Feliciani (terlibat dalam tiga keputusan penalti yang diperdebatkan).
  • Statistik tim: Roma 72% penguasaan bola, 15 tembakan (8 tepat sasaran); Pisa 38% penguasaan, 4 tembakan (0 tepat sasaran).

Setelah pertandingan, pelatih Roma, Jose Mourinho (nama fiktif untuk contoh), memuji ketajaman Malen dan menekankan pentingnya konsistensi. Ia menambahkan, “Kami harus tetap fokus, terutama menghadapi Atalanta minggu depan. Kemenangan ini memberi energi positif bagi seluruh skuad.” Sementara itu, pelatih Pisa, Daniele Rugani, mengaku kecewa dengan keputusan wasit namun menegaskan tekad tim untuk bangkit dan memperbaiki performa dalam beberapa pertandingan mendatang.

Kesimpulannya, laga Roma vs Pisa tidak hanya menampilkan aksi spektakuler dari Donyell Malen, tetapi juga mengundang perdebatan seputar keputusan penalti. Hasil 3-0 ini menegaskan kembali ambisi Roma untuk kembali ke papan atas Serie A, sementara Pisa harus berjuang keras menghindari zona degradasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *