Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 06 Mei 2026 | Old Trafford menjadi panggung megah pada Sabtu sore, 6 Mei 2026, ketika derby klasik Manchester United melawan Liverpool menyuguhkan aksi menegangkan dan sebuah insiden yang memicu perdebatan luas. Kedua tim bersaing untuk memperkuat posisi mereka di klasemen Premier League, namun sorotan utama bergeser ke sebuah peristiwa tak terduga yang melibatkan pemain baru Manchester United, Benjamin Sesko.
Pada menit ke-32, Benjamin Sesko, yang baru saja resmi bergabung dengan Red Devils pada bursa transfer musim panas, berusaha menyalip pemain Liverpool di dalam area penalti. Bola meluncur cepat dan secara tidak sengaja menyentuh lengan lawan. Asisten pelatih Liverpool berteriak keras menuntut penalti, mengklaim adanya pelanggaran jelas.
Wasit utama, Michael Oliver, setelah berdiskusi singkat dengan asisten, memutuskan untuk tidak memberikan penalti. Keputusan tersebut menimbulkan riuh di tribun penonton: suporter Manchester United bersorak lega, sementara suporter Liverpool mengeluarkan protes keras, menuding wasit menutup mata terhadap pelanggaran.
Reaksi media sosial pun bergejolak. Hashtag #HandballSesko menjadi trending di berbagai platform, dengan para pendukung Manchester United memuji keputusan Oliver sebagai contoh keadilan, sementara penggemar Liverpool menuduh bias dan menuntut peninjauan kembali.
Pelatih Manchester United, Erik ten Hag, dalam konferensi pers pasca pertandingan menjelaskan bahwa tidak ada niat pelanggaran dari pemainnya. “Kami menghormati keputusan wasit. Bola memang tidak sengaja menyentuh lengan lawan, dan kami tetap fokus pada permainan,” ujarnya. Sebaliknya, Jurgen Klopp, pelatih Liverpool, menegaskan akan mengajukan keluhan resmi kepada Komite Disiplin Premier League, mengingat potensi perubahan hasil bila penalti diberikan.
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi Manchester United dalam penguasaan bola sebesar 58 persen. Tim Red Devils menciptakan tiga peluang emas sebelum jeda pertama, sementara Liverpool mengandalkan serangan balik cepat yang dipimpin Mohamed Salah. Berikut rangkuman statistik utama:
| Statistik | Manchester United | Liverpool |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 58% | 42% |
| Tembakan ke Gawang | 12 | 9 |
| Peluang Emas | 3 | 2 |
| Gol | 2 | 1 |
Para analis sepak bola menilai insiden handball Benjamin Sesko menyoroti kompleksitas interpretasi aturan dalam situasi cepat. Seorang mantan wasit internasional berpendapat, “Keputusan handball sering bergantung pada posisi lengan relatif terhadap bola dan niat pemain. Dalam kasus ini, lengan Sesko berada dalam posisi alami, sehingga keputusan tidak memberi penalti dapat dipertahankan secara teknis, meski secara emosional sulit diterima oleh pihak lawan.”
Selain kontroversi, pertandingan menampilkan penampilan gemilang Alejandro Garnacho, pemain muda Manchester United yang mencetak gol pembuka lewat tembakan jarak jauh yang memukau. Gol tersebut menambah kegembiraan bagi pendukung yang menantikan kebangkitan skuad Red Devils. Gol penutup dicetak oleh Marcus Rashford pada menit ke-78, mengukuhkan keunggulan 2-1 untuk tim tuan rumah.
Hasil akhir 2-1 memberi Manchester United tiga poin penting, sekaligus menambah tekanan pada Liverpool yang kini harus mengejar poin dalam laga berikutnya. Klopp menegaskan bahwa timnya akan memperbaiki kesalahan, terutama dalam pertahanan, dan bertekad untuk kembali kuat di kompetisi.
Insiden handball Benjamin Sesko tidak hanya memengaruhi hasil satu pertandingan, tetapi juga menambah ketegangan dalam persaingan tajam antara dua raksasa Premier League. Ke depan, keputusan serupa kemungkinan akan terus menjadi bahan perdebatan, menuntut klarifikasi lebih lanjut dari otoritas sepak bola mengenai interpretasi aturan handball dalam situasi kritis.
