Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 14 April 2026 | Leeds United mencatat kemenangan bersejarah 2-1 atas Manchester United pada laga pekan ke-14 April 2026 di Old Trafford. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah enam poin dari zona degradasi, tetapi juga memicu sorotan tambahan setelah bek Argentina Manchester United, Lisandro Martínez, dikeluarkan dari lapangan karena tuduhan menarik rambut penyerang Leeds, Dominic Calvert‑Lewin.
Pada menit ke‑56, Martínez berusaha merebut bola dan secara tidak sengaja menyentuh bagian belakang rambut Calvert‑Lewin. Pemain depan Leeds segera melaporkan kejadian itu kepada wasit Paul Tierney, yang kemudian memanggil asisten VAR untuk meninjau ulang aksi tersebut. Setelah menonton rekaman monitor pitchside, Tierney mengeluarkan kartu merah langsung untuk Martínez dengan alasan “violent conduct”. Keputusan ini menimbulkan perdebatan sengit di antara pelatih, mantan pemain, dan pengamat sepak bola.
Setelah pertandingan, Calvert‑Lewin memberikan klarifikasi kepada media. Ia menegaskan tidak menyimpan dendam terhadap Martínez meskipun insiden itu berujung pada pengusiran lawan. “Saya merasakan rambut saya ditarik, lalu saya memberi tahu wasit. Dia yang membuat keputusan. Tidak menguntungkan bagi Martínez, apakah disengaja atau tidak, saya tidak menyimpan rasa dendam,” ujar Calvert‑Lewin dalam bahasa Indonesia yang lugas.
Selain menyoroti insiden, Calvert‑Lewin juga menekankan perannya di lini pertahanan pada menit‑menit akhir. Ia berhasil menyingkirkan bola yang hampir masuk gawang, memperlihatkan bahwa kontribusinya tidak terbatas pada serangan. “Saya berada di momen itu, tetap waspada, melakukan tugas saya. Beruntung saya berada di posisi yang tepat untuk menyingkirkan bola,” tambahnya, menegaskan nilai ganda yang dibawa oleh penyerang asal Everton itu bagi Leeds.
Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, mengkritik keras keputusan VAR. Carrick menyebut keputusan tersebut sebagai “salah satu keputusan terburuk yang pernah ia lihat” dan berpendapat penarikan rambut tidak seharusnya dikategorikan sebagai tindakan kekerasan yang layak menerima kartu merah. “Itu bukan tarikan, bukan dorongan, bukan agresi. Hanya menyentuh sedikit rambut, tetapi keputusan tersebut terlalu keras,” ungkapnya dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Berbagai tokoh sepak bola lainnya juga memberikan pandangannya. Mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, mengakui insiden memang terjadi namun menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan aturan. Roy Keane, yang berkomentar lewat Sky Sports, mengakui keputusan tersebut terasa keras namun harus diterima karena itulah hukum permainan. “Kita harus menerima keputusan VAR, walaupun kadang terasa tidak adil,” kata Keane.
Di sisi lain, pelatih Leeds United, Daniel Farke, menegaskan bahwa fokus utama tim tetap pada perjuangan bertahan di Premier League. Kemenangan ini memberikan dorongan moral, namun Farke mengingatkan agar tim tidak berpuas diri. “Kita harus melihat gambaran besar, bukan hanya merayakan kemenangan di Old Trafford. Setiap poin sangat berharga untuk memastikan kami tetap di Liga Utama,” tegasnya.
Dengan hasil ini, Leeds United kini berada enam poin di atas zona degradasi, sementara Manchester United harus menghadapi tiga laga tanpa Martínez karena skorsing. Kedua tim akan melanjutkan jadwal mereka dengan strategi yang berbeda; Leeds berusaha memanfaatkan momentum kemenangan, sedangkan United harus menyesuaikan taktik tanpa bek tengah andal mereka.
- Dominic Calvert‑Lewin: Tidak menyimpan dendam, fokus pada tugas tim.
- Michael Carrick: Keputusan VAR dianggap terlalu keras.
- Roy Keane: Mengakui keputusan keras namun harus diterima.
- Jamie Carragher: Menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan aturan.
Insiden hair pull ini menambah perdebatan mengenai batasan penggunaan VAR dalam situasi borderline, khususnya dalam menilai tindakan yang berada di antara pelanggaran ringan dan kekerasan. Sementara itu, Leeds United berusaha memanfaatkan momentum kemenangan untuk memperkuat posisi mereka di klasemen, dan Manchester United harus menyesuaikan taktik tanpa Martínez selama tiga laga ke depan. Kedua tim kini menatap pertandingan berikutnya dengan tujuan masing-masing, sambil menunggu hasil banding atau keputusan lanjutan terkait skorsing Martínez.
