Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Stadion Gelora Bangkalan pada sore Sabtu (25/04/2026) menjadi panggung aksi menegangkan Liga Indonesia Super League 2025-2026. Dewa United berhasil memutar kembali keadaan menjadi kemenangan tipis 2-1 atas tuan rumah Madura United, berkat dua gol krusial yang dicetak oleh gelandang berbakat Ricky Kambuaya pada babak kedua.
Pertandingan dibuka dengan tempo tinggi. Madura United, yang mengandalkan serangan balik cepat, mengambil inisiatif sejak menit pertama. Pada menit ketujuh, Junior Brandao membuka skor setelah menerima umpan lurus dari Iran Goncalves Junior. Gol tersebut dicetak dengan cara mengelak dari kiper Sonny Stevens, menambah kepercayaan diri tim tuan rumah.
Setelah keunggulan pertama, Madura United mengendalikan permainan, sementara Dewa United berusaha menahan serangan dan mencari celah. Kondisi lapangan terasa licin akibat hujan ringan yang turun sesaat sebelum kickoff, namun tidak mengurangi semangat kedua tim untuk memperjuangkan tiga poin.
Masuk babak kedua, pelatih Jan Olde Riekerink melakukan penyesuaian taktik dengan menambah intensitas tekanan pada lini belakang Madura United. Perubahan tersebut terbukti efektif ketika pada menit ke-49, Ricky Kambuaya menerima umpan silang dari Alexis Messidoro dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol pertama Kambuaya datang dari tendangan kepala yang melesat ke sudut kanan atas gawang lawan.
Tiga menit kemudian, Kambuaya kembali menjadi penentu. Dengan bantuan assist dari Johnathan Carlos Pereira Souza, ia menembus pertahanan Madura United, mengarahkan bola ke sudut kiri bawah gawang, menjadikan skor akhir 2-1 untuk Dewa United. Kedua gol tersebut menegaskan peran penting gelandang Banten Warriors dalam mengubah dinamika pertandingan.
Susunan pemain yang memulai laga menambah warna pada strategi masing-masing tim. Dewa United menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Ricky Kambuaya sebagai gelandang utama, didukung oleh rekan-rekannya Alexis Messidoro, Jaja, dan Noah Sadaoui. Sementara Madura United juga menggunakan formasi serupa, menempatkan Junior Brandao sebagai penyerang utama dan Iran Goncalves Junior di lini tengah.
- Dewa United (4-2-3-1)
- GK: Sonny Stevens
- DF: Johnathan, Damion Lowe, Nick Kuipers, Alta Ballah
- MF: Ivar Jenner, Jaja
- FW: Alexis Messidoro, Ricky Kambuaya, Noah Sadaoui
- Madura United (4-2-3-1)
- GK: Diky Indrayana
- DF: Giovani Numberi, Ahmad Rusadi, Pedro Monteiro, Roger Bonet
- MF: Kerim Palic, Jordy Wehrmann
- FW: Iran Goncalves Junior, Junior Brandao, Luiz Marcelo Morais Dos Reis, Rafael Struick
Dengan tambahan tiga poin, Dewa United melesat ke peringkat ketujuh klasemen dengan total 44 poin, hanya tiga poin di belakang zona empat besar. Pencapaian ini menambah tekanan pada klub-klub papan atas yang masih berjuang mempertahankan posisi mereka. Di sisi lain, Madura United tetap berada di zona degradasi pada peringkat ke-16 dengan 26 poin, terjepit antara Persis Solo (27 poin) dan tim-tim lain yang berusaha menghindari relegasi.
Pelatih Carlos Parreira dari Madura United mengakui bahwa meskipun timnya gagal mempertahankan keunggulan, performa Junior Brandao tetap menjadi sorotan positif. Sementara itu, Jan Olde Riekerink memuji ketangguhan Ricky Kambuaya yang mampu mengubah tekanan menjadi peluang emas pada menit-penentu.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan kembali kepercayaan kepada Ricky Kambuaya sebagai ujung tombak serangan Dewa United pada pekan-pekannya ke depan. Penampilannya yang konsisten dan kemampuan mencetak gol penting menjadikannya sosok yang sangat diandalkan oleh pelatih serta pendukung klub.
Secara keseluruhan, laga ini menampilkan kombinasi taktik yang matang, ketangguhan mental, dan aksi individu yang menghibur. Pertandingan yang berlangsung di lapangan basah menambah tantangan bagi kedua tim, namun juga memberikan hiburan yang memuaskan bagi para penonton. Persaingan di puncak klasemen Super League musim ini semakin ketat, dan Dewa United kini berada di posisi yang lebih menguntungkan berkat kontribusi gemilang Ricky Kambuaya.
