Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 April 2026 | Lautaro Martínez, penyerang andalan Inter Milan, kembali menjadi topik hangat di dunia sepak bola Indonesia. Di tengah laporan tentang cedera yang melanda beberapa pemain kunci Seleksi Argentina, pernyataan terbuka dari pemain sayap Brazil yang bermain untuk Inter menegaskan betapa pentingnya kontribusi Lautaro bagi timnya. “Baiklah, mereka bilang kami tergantung pada Lautaro, itu hal yang baik karena menunjukkan nilai beliau,” ujar pemain tersebut dalam sebuah wawancara pasca pertandingan melawan Inter Milan.
Penampilan Lautaro di Serie A musim ini memang tak dapat dipandang sebelah mata. Meskipun Inter Milan sempat mengalami kekalahan tipis 3-4 melawan tim Brasil, Lautaro berhasil mencetak gol krusial yang menghidupkan kembali harapan skuadnya. Selain itu, kecepatan, ketajaman akhir, dan kemampuan menembus pertahanan lawan menjadikannya ancaman utama bagi lawan. Para pengamat menilai, tanpa kehadiran Lautaro, Inter berisiko kehilangan daya serang yang konsisten.
Sementara itu, Seleksi Argentina tengah berada dalam situasi yang cukup menegangkan. Cuti Romero, bek kanan yang baru-baru ini menambah nama pada daftar cedera, mengalami robekan pada ligamen lateral kaki kanan. Dokter tim mengestimasikan masa pemulihan antara lima hingga tujuh minggu, yang berarti Romero kemungkinan besar tidak akan beraksi dalam fase grup Piala Dunia 2026. Kondisi ini menambah beban pada lini pertahanan yang sudah dipertanyakan.
Di posisi kiper, Dibu Martínez juga mengalami masalah pada otot betis setelah latihan pra-pertandingan antara Aston Villa dan Nottingham Forest. Meskipun cedera tersebut tidak terlalu serius, kekhawatiran tetap ada mengingat pentingnya kestabilan pertahanan mental tim. Namun, Dibu telah menunjukkan pemulihan yang cepat, dan pelatih Lionel Scaloni menyatakan keyakinannya bahwa kiper utama dapat kembali berlatih intensif menjelang turnamen.
Tak hanya itu, intervensi cedera juga menimpa beberapa pemain muda yang potensial. Joaquín Panichelli, pemain muda berbakat, mengalami ruptur ligamen krusi pada lutut kanan saat laga terakhir FIFA, mengakibatkan ia absen dari seleksi akhir. Di sisi lain, pemain seperti Gonzalo Montiel dan Leonardo Balerdi telah pulih dan kembali berlatih secara reguler, menambah opsi bagi Scaloni dalam menyusun formasi.
Lautaro, yang kini berusia 27 tahun, telah menjadi figur sentral tidak hanya bagi klubnya tetapi juga bagi tim nasional. Selama fase kualifikasi, ia mencetak lima gol dan memberikan dua assist, membantu Argentina memastikan tiket ke Qatar 2022 dan kini menargetkan perpanjangan prestasi di Amerika Utara. Keberhasilan Lautaro di level klub memberi dampak psikologis positif bagi rekan-rekannya di tim nasional.
Berbagai analis tak hanya menyoroti statistik gol, melainkan juga kontribusi Lautaro dalam fase build‑up play. Dalam lima pertandingan terakhir Inter Milan, Lautaro terlibat dalam 35% dari total peluang gol tim, menunjukkan peran vitalnya dalam menggerakkan serangan. Statistik tersebut mengukuhkan argumen bahwa ketergantungan pada pemain bintang memang wajar dalam konteks kompetisi tingkat tinggi.
Menilik keseluruhan kondisi skuad Argentina, pelatih Lionel Scaloni harus menyeimbangkan antara mengoptimalkan performa pemain yang fit dan memberikan kesempatan kepada pemain cadangan yang siap mengisi kekosongan. Keputusan taktis akan sangat dipengaruhi oleh tingkat kebugaran Lautaro serta kesiapan para pemain bertahan yang baru pulih.
Dengan menatap Piala Dunia 2026 yang semakin dekat, harapan besar tetap tertuju pada Lautaro Martínez sebagai motor penggerak serangan Argentina. Sementara itu, tantangan medis dan pemulihan pemain lain menjadi faktor penentu akhir bagi skuad Lionel Scaloni. Jika Lautaro dapat tetap dalam performa puncak dan rekan-rekannya mengatasi cedera, Argentina memiliki peluang kuat untuk melaju jauh di ajang bergengsi tersebut.
