Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 30 Juli 2026 | Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss menjadi sorotan karena keputusan kontroversial wasit yang mengusir Breel Embolo dari lapangan. Pemain Swiss tersebut menerima kartu merah pada menit ke-72 setelah dianggap melakukan simulasi untuk mendapatkan kartu kuning kedua.
Insiden tersebut bermula ketika Embolo terjatuh setelah berduel dengan Leandro Paredes, dan wasit awalnya memberikan kartu kuning kepada Paredes. Namun, setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR, wasit membatalkan kartu kuning untuk Paredes dan mengalihkannya kepada Embolo karena dianggap melakukan simulasi.
Kartu kuning tersebut menjadi yang kedua bagi Embolo, sehingga ia harus meninggalkan lapangan. Keputusan wasit ini menuai protes dari pelatih Swiss, Murat Yakin, yang menyatakan bahwa keputusan wasit telah menghancurkan permainan mereka.
Badan pembuat peraturan sepak bola internasional (IFAB) kemudian mengeluarkan klarifikasi bahwa penerapan aturan dalam insiden tersebut tidak tepat dan Embolo seharusnya tidak diusir dari lapangan. IFAB menyatakan bahwa kartu kuning yang bukan merupakan kartu kuning kedua hanya dapat ditinjau untuk memastikan identitas pemain yang melakukan pelanggaran, dan pelanggaran itu sendiri tidak dapat ditinjau ulang atau diubah.
Namun, FIFA kemudian membantah pernyataan IFAB dan menyatakan bahwa keputusan wasit sudah tepat. FIFA menyatakan bahwa Embolo memang melakukan simulasi dan layak menerima kartu kuning kedua, yang berarti ia harus diusir dari lapangan.
Kontroversi ini menimbulkan perdebatan tentang penerapan aturan sepak bola dan penggunaan VAR. Banyak yang menyatakan bahwa keputusan wasit telah mempengaruhi jalannya pertandingan dan menyebabkan Swiss kalah 1-3 dari Argentina.
Di akhir pertandingan, Argentina memenangi pertandingan dengan skor 3-1 dan melaju ke semifinal, sementara Swiss tereliminasi dari turnamen. Kontroversi kartu merah Breel Embolo akan menjadi salah satu momen paling berkesan dari Piala Dunia 2026.
