Kegagalan FC Twente Lawan NEC Bikin Feyenoord Makin Dekat Juara Eredivisie

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 April 2026 | Sabtu sore, Grolsch Veste menjadi saksi sengitnya duel antara FC Twente dan NEC Nijmegen yang berakhir imbang 1-1. Meskipun Twente memulai pertandingan dengan agresif, gol pembuka yang dicetak oleh Sondre Ørjasæter melalui kesalahan Eli Dasa hanya memberi mereka keunggulan singkat sebelum Bryan Linssen menyamakan kedudukan lewat tembakan satu lawan satu dengan Lars Unnerstall.

Twente, yang saat ini bersaing ketat di papan tengah klasemen Eredivisie, diharapkan memperoleh tiga poin penting untuk menutup jarak dengan klub-klub papan atas. Namun, tekad NEC yang semakin kuat pada babak kedua membuat Twente kesulitan menembus pertahanan rumah. Upaya tambahan dari Ricky van Wolfswinkel dan Robin Pröpper setelah pergantian John van den Brom pada menit ke-65 tidak mampu mengubah hasil akhir.

Baca juga:

Di sisi lain, hasil imbang ini memberikan manfaat tidak langsung bagi Feyenoord. Setelah mengukir kemenangan 3-1 atas FC Groningen, Jordan Bos membuka keunggulan dini, diikuti penalti Ayase Ueda yang memperlebar selisih. Kemenangan tersebut menempatkan Feyenoord kembali memimpin klasemen dengan selisih satu poin atas NEC dan tiga poin di atas Ajax.

Keadaan tabel kini semakin menegangkan. NEC, yang berada di posisi ketiga, tetap berada tiga poin di belakang Feyenoord setelah menelan hasil imbang melawan Twente. Sementara Ajax, yang baru saja menambah poin melalui kemenangan 2-0 atas NAC Breda, kini bersaing ketat dengan kedua tim tersebut di zona empat besar. FC Twente sendiri mengumpulkan 54 poin, sama seperti Ajax, namun selisih golnya sedikit lebih buruk, menempatkan mereka di posisi keempat.

Analisis taktik menunjukkan bahwa Twente masih harus memperbaiki transisi serangan balik, terutama dalam mengoptimalkan peluang dari set-piece. Pertahanan mereka sempat kebobolan akibat tendangan bebas Sano yang berhasil diselamatkan oleh Unnerstall, namun setelah jeda, NEC lebih dominan dalam mengontrol lini tengah.

Sementara itu, Feyenoord terus menegaskan ambisinya untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Dengan tiga pekan pertandingan tersisa, setiap poin menjadi krusial. Tim asal Rotterdam mengandalkan performa konsisten dari Jordan Bos, Ayase Ueda, serta kontribusi defensif Gernot Trauner yang kembali ke skuad setelah absen lebih dari setahun.

Para pengamat menilai bahwa hasil imbang Twente vs NEC membuka peluang bagi Feyenoord untuk memperlebar jarak dengan pesaing terdekatnya. Jika Feyenoord mampu mempertahankan performa seperti saat melawan Groningen, mereka dapat mengamankan posisi kedua sekaligus mengunci tiket Liga Champions secara otomatis.

Di luar lapangan, dukungan suporter Twente tetap tinggi meski hasil tidak memuaskan. Suara sorak mereka mengiringi setiap serangan, menandakan harapan besar untuk perbaikan di laga-laga mendatang. Sementara NEC, yang baru saja bangkit dari kekalahan memalukan 5-1 melawan AZ di final piala, menunjukkan karakter kuat dengan menahan tekanan Twente hingga akhir.

Dengan sisa tiga pekan pertandingan, klasemen Eredivisie akan menjadi panggung drama akhir musim. Pertarungan antara Feyenoord, NEC, Ajax, dan FC Twente diprediksi akan menentukan siapa yang akan melaju ke kompetisi Eropa, serta siapa yang terancam terpuruk ke zona degradasi.

Kesimpulannya, meskipun FC Twente gagal mengamankan tiga poin melawan NEC, hasil tersebut secara tidak langsung memperkuat posisi Feyenoord dalam perburuan gelar Eredivisie. Kedepannya, semua tim harus mengoptimalkan strategi dan konsistensi untuk mengakhiri musim dengan hasil yang memuaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *