Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 Juli 2026 | Pertandingan final Piala Dunia antara Argentina dan Spanyol diakhiri dengan kekacauan di lapangan. Setelah peluit panjang dibunyikan, pemain Argentina dan Spanyol terlibat dalam pertengkaran. Nahuel Molina, pemain belakang Argentina, terlihat memukul perut Rodri, kapten Spanyol, saat berlari melewatinya. Rodri langsung berhenti dan menghadapi Molina, yang kemudian membenturkan dadanya ke Rodri.
Insiden itu memicu pertengkaran antara pemain kedua tim. Leandro Paredes, gelandang Argentina, terlibat dalam beberapa pertengkaran, termasuk mendorong Eric Garcia, pemain belakang Spanyol, dan terlibat dalam pertengkaran dengan Gavi. Paredes juga melakukan tindakan yang tidak sportif dengan mendorong Garcia dan memegang bibnya.
Pertengkaran itu terjadi setelah Spanyol memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu. Kemenangan itu membuat Spanyol menjadi juara Piala Dunia untuk kedua kalinya sejak tahun 2010.
Pertandingan final Piala Dunia tersebut berlangsung dengan tensi tinggi, dengan beberapa insiden yang terjadi selama pertandingan. Paredes sebelumnya telah mendapatkan kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Rodri. Ia juga terlibat dalam pertengkaran dengan Dani Olmo, yang menyebabkan ia mendapatkan kartu kuning kedua.
Pertengkaran antara pemain Argentina dan Spanyol itu merupakan akhir yang tidak menyenangkan dari pertandingan final Piala Dunia yang seharusnya menjadi perayaan sepak bola. Insiden tersebut menunjukkan bahwa tensi dan emosi yang tinggi dapat menyebabkan perilaku yang tidak sportif di lapangan.
