John Herdman seleksi 23 pemain Garuda, Mayoritas dari BRI Super League, Namun Tiga Talenta Lokal Tertinggal

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Mei 2026 | Pelatih asal Inggris, John Herdman, baru-baru ini mengumumkan skuad resmi 23 pemain Timnas Indonesia untuk persiapan Piala AFF 2026. Keputusan tersebut menegaskan komitmen sang teknikal director untuk mengandalkan talenta dalam negeri, dengan mayoritas pemain dipilih dari kompetisi domestik BRI Super League 2025/2026. Sementara itu, tiga pemain yang menunjukkan performa mengesankan di liga tersebut tidak masuk dalam daftar, menimbulkan perdebatan di kalangan pengamat dan fans.

Dalam sesi konferensi pers di Jakarta, Herdman menegaskan bahwa pemilihan 23 pemain didasarkan pada konsistensi bermain, kemampuan taktis, serta kesiapan mental menjelang turnamen bergengsi. Dari total 23 nama, 18 pemain berkiprah di BRI Super League, dua di antaranya bermain di luar negeri, dan tiga lagi merupakan pemain yang sudah pernah memiliki pengalaman internasional. Jadwal Piala AFF 2026 akan dimulai pada 24 Juli 2026, dengan Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang play‑off antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.

Baca juga:

Berikut rangkaian pertandingan Grup A yang akan dihadapi Garuda:

  • 24 Juli 2026 – Kamboja vs Singapura
  • 27 Juli 2026 – Indonesia vs Kamboja
  • 31 Juli 2026 – Pemenang play‑off vs Indonesia
  • 3 Agustus 2026 – Kamboja vs Pemenang play‑off
  • 3 Agustus 2026 – Indonesia vs Vietnam
  • 7 Agustus 2026 – Vietnam vs Kamboja
  • 7 Agustus 2026 – Singapura vs Indonesia

Penekanan pada pemain lokal menjadi sorotan utama karena kebijakan ini dianggap dapat memperkuat identitas tim serta memberi peluang bagi pemain muda untuk bersaing di level internasional. Namun, tidak semua talenta domestik mendapatkan panggilan. Tiga nama yang paling banyak dibicarakan adalah kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, bek Borneo FC, Komang Teguh Trisnanda, dan bek Bali United, Kadek Arel.

Statistik dan Potensi Tiga Talenta yang Terlewat

Teja Paku Alam (kiper, Persib Bandung) menutup 27 laga dengan hanya 15 gol kebobolan dan mencatat 16 clean sheet, menjadikannya penjaga gawang dengan catatan nerobobol tertinggi di BRI Super League musim ini. Meskipun performanya melampaui Nadeo Argawinata, ia belum pernah mencatatkan penampilan di level internasional, sehingga masih menjadi pertimbangan dalam seleksi.

Komang Teguh Trisnanda (bek tengah, Borneo FC) mencatat 28 penampilan, total 2.319 menit, dan berhasil menambah empat gol. Konsistensinya di lini pertahanan serta kontribusi ofensif membuatnya layak dipertimbangkan, namun persaingan ketat dengan pemain yang memiliki caps senior, seperti Muhammad Ferarri, menjadi faktor penentu.

Kadek Arel (bek tengah, Bali United) berusia 21 tahun, telah menembus 27 penampilan dengan 1.973 menit di lini pertahanan. Ia pernah dipanggil pada era Shin Tae‑yong untuk AFF 2024, namun belum kembali ke skuad senior. Rekam jejaknya menunjukkan kemampuan mengalahkan pemain asing di klub, menjadikannya kandidat kuat untuk peran utama di pertahanan Garuda.

Keputusan Herdman untuk tidak memasukkan ketiga pemain tersebut memicu diskusi tentang kriteria pemilihan. Beberapa analis berpendapat bahwa pengalaman internasional tetap menjadi prioritas, sementara yang lain menilai performa domestik harus diberi ruang lebih luas.

Di sisi lain, pemain yang berhasil masuk daftar mencakup nama‑nama seperti Thom Haye, Marselino Ferdinan, dan Eksel Runtukahu, yang diharapkan dapat menambah dimensi taktis pada tim. Herdman menegaskan bahwa 23 pemain yang dipanggil akan menjalani training camp intensif di Jakarta, dengan fokus pada kekompakan, taktik, serta kesiapan fisik menjelang fase grup.

Penjadwalan kompetisi AFF 2026 yang kini mengadopsi format home‑and‑away pada fase grup memberikan kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk memanfaatkan dukungan suporter di kandang. Dengan agenda pertandingan yang padat dalam satu bulan, kebugaran pemain menjadi faktor krusial. Herdman menekankan pentingnya rotasi pemain agar dapat mengatasi beban pertandingan.

Secara keseluruhan, strategi John Herdman seleksi 23 pemain Garuda menandai langkah progresif dalam mengoptimalkan potensi domestik sekaligus tetap menjaga kualitas internasional. Tantangan berikutnya adalah bagaimana para pemain terpilih dapat menyatu dalam taktik, mengatasi tekanan kompetisi regional, serta membuktikan bahwa kebijakan mengutamakan pemain lokal dapat menghasilkan prestasi gemilang.

Jika Garuda mampu menyalurkan kualitas pemain BRI Super League ke panggung ASEAN, maka harapan akan gelar juara Piala AFF 2026 akan kembali menguat. Namun, keputusan untuk meninggalkan tiga talenta lokal yang menonjol juga menjadi pelajaran penting bagi manajemen dan pelatih dalam menyusun skuad masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *