Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 26 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 telah memasuki babak penyisihan grup, dan beberapa pertandingan telah menunjukkan ketatnya persaingan di antara tim-tim peserta. Salah satu insiden yang menarik perhatian adalah ketika pemain Paraguay, Isidro Pitta, terlibat dalam pertandingan melawan Turki.
Insiden tersebut bermula ketika Pitta terjatuh dan mengklaim mendapat pelanggaran keras dari Ismail Yuksek, pemain Turki. Insiden ini memicu keributan antar pemain, dan dalam situasi tersebut, Miguel Almiron, pemain Paraguay, terlihat menutup mulutnya saat berbicara dengan Mert Muldur, pemain Turki.
Aksi Almiron ini dianggap sebagai pelanggaran dan ia mendapat kartu merah, menjadi pemain pertama yang diusir karena aturan baru yang diperkenalkan oleh FIFA sebelum Piala Dunia 2026. Aturan ini melarang pemain menutup mulut mereka saat berbicara dengan lawan, terutama dalam situasi konfrontatif.
Namun, insiden serupa juga terjadi dalam pertandingan antara Inggris dan Ghana, ketika Jude Bellingham, pemain Inggris, terlihat menutup mulutnya saat berbicara dengan Jordan Ayew, pemain Ghana. Berbeda dengan Almiron, Bellingham tidak mendapat kartu merah karena percakapannya dengan Ayew dianggap bersifat santai dan tidak konfrontatif.
Menurut Pierluigi Collina, Kepala Wasit FIFA, aturan menutup mulut ini bertujuan untuk mencegah pemain mengucapkan hal-hal kontroversial atau ofensif selama pertandingan. Namun, penerapan aturan ini masih memerlukan konsistensi dan penjelasan yang jelas untuk menghindari inkonsistensi dan potensi penyalahgunaan.
Sementara itu, Paraguay akan menghadapi Australia dalam pertandingan terakhir Grup D Piala Dunia 2026. Pertandingan ini akan menentukan tiket menuju babak 32 besar, dan Paraguay harus mengamankan tiga poin untuk menjaga asa lolos. Australia, di sisi lain, hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan langkah ke fase gugur.
Dengan demikian, pertandingan antara Paraguay dan Australia akan menjadi sangat menarik dan ketat, terutama karena kedua tim masih memiliki peluang untuk lolos ke babak selanjutnya. Pertandingan ini juga akan menjadi tes bagi aturan menutup mulut dan bagaimana wasit akan menerapkan aturan ini dalam situasi yang berbeda-beda.
Kesimpulan dari insiden-insiden tersebut adalah bahwa aturan menutup mulut di Piala Dunia 2026 masih memerlukan penjelasan dan konsistensi dalam penerapannya. Pemain, wasit, dan official pertandingan harus memahami dengan baik aturan ini untuk menghindari kesalahpahaman dan inkonsistensi. Dengan demikian, pertandingan dapat berjalan dengan lancar dan adil, serta mempertahankan integritas olahraga sepak bola.
