Kospi Index Melonjak 9% Berkat Rally Semikonduktor dan Pertumbuhan GDP 0,6%

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 24 Juli 2026 | Pasar saham Asia-Pasifik mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis, dengan indeks Kospi Korea Selatan melonjak 9% dalam tiga hari terakhir. Kenaikan ini didorong oleh rally saham semikonduktor yang kuat dan pertumbuhan GDP Korea Selatan yang lebih baik dari perkiraan, yaitu 0,6% pada kuartal II.

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, telah meminta stabilitas pasar, dan otoritas telah melarang ETF leveraged baru yang terkait dengan saham tunggal untuk mengendalikan spekulasi. Namun, analis menyatakan bahwa investor asing mulai membeli kembali, menunjukkan kemungkinan pemulihan di masa depan.

Baca juga:

Saham semikonduktor seperti Samsung Electronics dan SK Hynix melonjak lebih dari 4% setelah perusahaan teknologi raksasa seperti Alphabet dan Tesla mengumumkan rencana untuk meningkatkan investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Kenaikan ini juga didukung oleh laporan keuangan yang kuat dari beberapa emiten, yang menunjukkan kemajuan positif dalam industri teknologi.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,55% pada awal perdagangan, sementara indeks Topix juga menguat 0,22%. Di Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 turut dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,72%. Sementara itu, kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat justru bergerak melemah pada Rabu malam waktu setempat.

Penurunan ini dipicu oleh Alphabet, induk usaha Google, yang menaikkan proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex) untuk 2026 menjadi hingga US$ 205 miliar. Peningkatan investasi ini mencerminkan besarnya kebutuhan pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Di tengah-tengah ketidakpastian ini, investor tetap waspada terhadap potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral untuk mengendalikan inflasi. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja saham dan investasi di masa depan.

Kesimpulan dari kenaikan indeks Kospi dan rally semikonduktor ini menunjukkan bahwa investor mulai melihat potensi pertumbuhan di industri teknologi, terutama di bidang kecerdasan buatan. Namun, mereka juga tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga dan inflasi yang dapat mempengaruhi kinerja investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *