Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 20 Juni 2026 | Brasil memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan. Tim asuhan Carlo Ancelotti hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Maroko dalam laga pembuka Grup C di Stadion MetLife.
Sebagai pemilik lima gelar juara dunia, Selecao selalu datang ke turnamen dengan ekspektasi tinggi. Namun, Maroko justru mampu membuat Brasil kesulitan sepanjang pertandingan. Tim asal Afrika Utara itu mendominasi lini tengah, memaksa Brasil melakukan banyak kesalahan, dan nyaris membawa pulang kemenangan jika bukan karena gol penyeimbang dari Vinicius Junior.
Di tengah performa yang kurang meyakinkan tersebut, satu keputusan Ancelotti menjadi sorotan besar: mengapa ia memilih Igor Thiago sebagai starter dan tidak memberikan kesempatan kepada Endrick? Striker Brentford berusia 24 tahun itu baru saja menjalani musim yang impresif di Liga Inggris dengan torehan 22 gol dari 38 pertandingan.
Catatan tersebut membuat Thiago finis di posisi kedua dalam perebutan Sepatu Emas Liga Primer, hanya kalah dari Erling Haaland yang mengoleksi 27 gol. Berkat performa tersebut, Ancelotti memasangnya sebagai ujung tombak utama dalam formasi 4-4-2 bersama Vinicius Junior. Peran Thiago adalah menjadi target man di kotak penalti, sementara Vinicius diberi keleluasaan untuk bergerak lebih bebas.
Sayangnya, kepercayaan yang diberikan Ancelotti tidak dibalas dengan performa yang memuaskan. Igor Thiago tampil jauh di bawah ekspektasi. Dalam 65 menit bermain, ia hanya mencatatkan 16 sentuhan, lima operan sukses, dan dua tembakan. Peluang terbaiknya datang pada menit ke-14 ketika ia gagal memanfaatkan sundulan dari posisi terbuka.
Kesempatan lain pada babak kedua juga berakhir mengecewakan setelah tembakannya terlalu lemah dan mudah diamankan kiper Maroko. Sementara itu, Endrick yang merupakan pemain muda berbakat, belum mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di Piala Dunia 2026. Ia masih harus menunggu giliran untuk membuktikan diri di turnamen ini.
Neymar Jr. yang cedera juga menjadi kerugian besar bagi Brasil. Ia merupakan salah satu pemain kunci bagi timnas Brasil dan kehilangannya membuat Brasil kehilangan seorang pemain yang sangat berpengalaman dan berkualitas. Namun, dengan kehadiran Igor Thiago dan Endrick, Brasil masih memiliki harapan untuk maju di turnamen ini.
Kedua pemain tersebut harus bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk membuktikan kemampuan mereka. Brasil masih memiliki dua pertandingan lagi di babak grup dan mereka harus bisa memenangkan kedua pertandingan tersebut untuk bisa maju ke babak selanjutnya.
Dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi, Brasil masih memiliki kesempatan untuk menjadi juara Piala Dunia 2026. Igor Thiago dan Endrick harus bisa menjadi bagian dari kesuksesan Brasil di turnamen ini.
