Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Juli 2026 | Pelatih tim nasional sepak bola Uzbekistan, Fabio Cannavaro, menyatakan bahwa Piala Dunia 2026 adalah turnamen yang kejam setelah timnya tersingkir dari kompetisi. Cannavaro menegaskan bahwa setiap kesalahan di Piala Dunia dapat memberikan dampak besar terhadap hasil pertandingan.
Uzbekistan kalah 1-3 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga penentu Grup K di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat. Gol cepat Eldor Shomurodov pada menit ke-10 membawa Uzbekistan unggul hingga turun minum, namun situasi berbalik di babak kedua. RD Kongo berhasil menyarangkan tiga gol balasan melalui brace Yoane Wissa dan satu gol dari Fiston Mayele, yang sekaligus memastikan langkah Uzbekistan terhenti menuju babak 32 besar.
Cannavaro mengakui bahwa kegagalan beradaptasi dengan perubahan taktik lawan menjadi salah satu penyebab timnya kehilangan kendali pertandingan. Meski begitu, mantan kapten Italia itu tetap mengapresiasi para pemain yang telah berjuang maksimal. Ia mengaku merasakan kekecewaan yang sama dengan para pemain, namun meminta seluruh skuad menjadikan pengalaman tampil di Piala Dunia sebagai bekal untuk berkembang pada masa mendatang.
Uzbekistan yang berjuluk Oq bo’rilar atau Serigala Putih menutup fase grup tanpa satu pun poin, setelah juga kalah melawan Kolombia dan Portugal. Cannavaro menegaskan bahwa perkembangan sepak bola Uzbekistan harus terus dilanjutkan melalui pembinaan pemain muda dan penguatan akademi, agar tim nasional mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi dunia.
RD Kongo kini akan menghadapi Inggris di babak 16 besar dan, jika lolos ke babak berikutnya, akan berhadapan dengan salah satu dari Meksiko atau Ekuador. Sementara itu, Uzbekistan harus pulang ke negaranya dengan membawa pelajaran berharga dari Piala Dunia 2026.
