Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 02 Mei 2026 | Pada Jumat, 1 Mei 2026, Stadion Carlo Castellani menjadi saksi dramatis pertandingan Serie B antara Empoli dan Avellino. Dengan hanya satu gol di menit ke-13 babak kedua, Empoli berhasil menambah tiga poin penting, mengamankan posisi 14 pada klasemen dan mengurangi jarak dari zona playout.
Babak pertama berlangsung tenang namun sarat ketegangan. Kedua tim berusaha menguasai tengah lapangan, namun pertahanan Empoli yang dipimpin oleh Fulignati serta gua Daffara dari Avellino menahan serangan. Kesempatan pertama muncul pada menit ke-10 ketika Enrici hampir mencetak autogol, namun bola meluncur ke sudut gawang tanpa ancaman. Corner berikutnya dimanfaatkan oleh Magnino dan Guarino, namun tidak menghasilkan tembakan berbahaya.
Setelah jeda, Empoli kembali dengan tekanan. Pada menit ke-13, Yepes menyalurkan tendangan bebas dari sisi kiri ke dalam kotak penalti, di mana Lovlovato, yang berada sendirian di enam belas meter, menyundul bola masuk dengan mudah. Gol tersebut menjadi titik balik, memberi Empoli keunggulan 1-0 yang bertahan hingga akhir.
Menjelang pertengahan babak kedua, Shpendi mendapatkan peluang penalti pada menit ke-24 setelah ditumpuk oleh Fontanarosa. Namun, ia gagal mengeksekusi dengan menembak ke luar gawang, memperpanjang keunggulan Empoli. Beberapa menit kemudian, pada tambahan waktu pertama babak pertama, Fontanarosa menerima kartu merah setelah protes berlebihan, meninggalkan Avellino dengan sepuluh pemain.
Secara taktis, pelatih Castra menurunkan formasi 4-3-2-1, menekankan serangan melalui sayap dan pergerakan cepat Shpendi. Sementara Ballardini menyiapkan Avellino dalam formasi 4-3-1-2, mengandalkan Daffara sebagai penjaga gawang yang solid. Kedua pelatih berusaha memanfaatkan ruang, namun Empoli lebih efisien dalam mengonversi peluang.
Berikut adalah posisi klasemen setelah pertandingan:
| Tim | Poin | Posisi |
|---|---|---|
| Empoli | 40 | 14 |
| Avellino | 46 | 8 |
Kemenangan ini menurunkan jarak Empoli dari zona playout menjadi tiga poin, sementara Avellino tetap berada di zona playoff dengan selisih enam poin dari tim terdekat. Kedua tim kini menatap pertandingan penutup musim dengan target berbeda: Empoli berjuang mengamankan tempat di Serie B, sedangkan Avellino berambisi menembus babak playoff.
Ke depan, Empoli harus mengatasi tekanan di laga terakhir melawan Monza, tim yang sedang berjuang menurunkan posisi. Jika berhasil, mereka dapat mengamankan tempat aman tanpa harus bergantung pada hasil tim lain. Sementara itu, Avellino harus memanfaatkan momentum kemenangan terakhir melawan Bari dan mengatasi tekanan agar tetap berada dalam perbincangan playoff.
Secara keseluruhan, Empoli vs Avellino memperlihatkan betapa pentingnya setiap poin di fase akhir kompetisi. Gol kepala Lovato menjadi oksigen bagi Empoli, sementara kegagalan Shpendi mengeksekusi penalti menambah beban bagi Avellino. Pertandingan ini menegaskan bahwa konsistensi dan ketepatan dalam mengubah peluang menjadi gol menjadi faktor penentu dalam perjuangan kelas menengah Serie B.
