Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 17 Juli 2026 | Persepsi masyarakat dunia tentang Amerika Serikat (AS) dan China telah berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut survei terbaru dari Pew Research Center, China kini dipandang lebih positif daripada AS di banyak negara.
Survei yang dilakukan di 36 negara dan wilayah menunjukkan bahwa 25 negara memiliki pandangan lebih positif terhadap China daripada AS. Kanada dan Meksiko termasuk di antaranya. Sementara itu, hanya enam negara yang masih memandang AS lebih positif daripada China.
Perubahan serupa juga terlihat dalam penilaian terhadap pemimpin kedua negara. Di 22 dari 36 negara dan wilayah yang disurvei, pemimpin China Xi Jinping dipandang lebih positif daripada Presiden AS Donald Trump. Negara-negara tersebut mencakup Kanada, Meksiko, serta sejumlah kekuatan utama Eropa, seperti Prancis, Jerman, dan Inggris.
Menurut Laura Silver, wakil direktur riset sikap global Pew, ini merupakan kali pertama dalam sekitar 20 tahun pemantauan Pew bahwa China dipandang lebih positif daripada AS. Silver mengatakan bahwa membaiknya pandangan terhadap China antara lain dipengaruhi oleh semakin pudarnya ingatan masyarakat tentang pandemi COVID-19, yang sebelumnya merusak citra Beijing.
Sementara itu, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Perdana Menteri Thailand Anutin Chanvirakul dijadwalkan untuk menghadiri konferensi AI Dunia 2026 di Shanghai, China, atas undangan Presiden Xi Jinping. Kedua pemimpin tersebut akan bertemu dengan Xi dan Perdana Menteri China Li Qiang.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Kamboja dan China, serta mempromosikan kerja sama yang saling menguntungkan. Namun, masih belum jelas apakah China akan berperan dalam mendorong perundingan perbatasan antara Kamboja dan Thailand.
Dalam beberapa tahun terakhir, China telah meningkatkan pengaruhnya di kawasan Asia Tenggara, termasuk Kamboja dan Thailand. China telah menjadi mitra dagang utama kedua negara tersebut dan telah membantu membiayai beberapa proyek infrastruktur besar di kawasan tersebut.
Meskipun demikian, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh China dalam meningkatkan pengaruhnya di kawasan Asia Tenggara. Salah satu tantangan tersebut adalah persaingan dengan AS, yang juga telah meningkatkan pengaruhnya di kawasan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, AS telah meningkatkan keterlibatannya dalam beberapa organisasi regional, termasuk ASEAN. AS juga telah membantu membiayai beberapa proyek infrastruktur di kawasan tersebut dan telah meningkatkan kerja sama dengan beberapa negara di kawasan tersebut.
Namun, China masih memiliki keunggulan dalam beberapa aspek, termasuk dalam hal ekonomi dan teknologi. China telah menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia dan telah membuat kemajuan signifikan dalam beberapa bidang teknologi, termasuk dalam bidang AI dan 5G.
Dalam kesimpulan, persepsi masyarakat dunia tentang China dan AS telah berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. China kini dipandang lebih positif daripada AS di banyak negara, dan Xi Jinping dipandang lebih positif daripada Donald Trump. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh China dalam meningkatkan pengaruhnya di kawasan Asia Tenggara, termasuk persaingan dengan AS.
