Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 13 Mei 2026 | Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, saat ini menghadapi tekanan besar untuk mundur dari jabatannya. Hal ini disebabkan oleh kekalahan Partai Buruh dalam pemilu lokal dan meningkatnya ketidakpuasan di dalam partai.
Starmer telah kehilangan dukungan dari beberapa anggota parlemen dan menteri junior, yang meminta dia untuk mengundurkan diri. Menteri Kesehatan, Wes Streeting, bahkan telah bertemu dengan Starmer untuk membicarakan masa depan partai.
Partai Buruh telah mengalami penurunan popularitas dalam beberapa bulan terakhir, disebabkan oleh kesalahan kebijakan dan lemahnya visi pemerintahan. Starmer telah berusaha untuk memperkuat dukungan di dalam partai, namun upayanya belum berhasil.
Krisis kepemimpinan di Inggris telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan masyarakat. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris telah meningkat, menandakan meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas politik Inggris.
Starmer telah menegaskan bahwa dia tidak akan mundur dari jabatannya, namun tekanan untuk dia melakukan hal itu terus meningkat. Jika Starmer tidak dapat memperkuat dukungan di dalam partai, maka kemungkinan besar dia akan digantikan oleh pemimpin baru.
Krisis kepemimpinan di Inggris telah menjadi sorotan dunia, dan banyak yang menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Apakah Starmer dapat mempertahankan jabatannya, ataukah dia akan digantikan oleh pemimpin baru?
