Krisis Iran-AS Meningkat, Pezeshkian Nyatakan Perang Penuh

Radarwarga.id – Portal Berita Warga dan Informasi Terpopuler – 22 Juli 2026 | Krisis antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya hancur. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa negaranya saat ini terlibat dalam perang skala penuh melawan AS.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian pada saat bertemu dengan para pejabat peradilan di Teheran. Ia menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat Iran harus siap menghadapi berbagai konsekuensi dari konflik ini, terutama di sektor ekonomi.

Baca juga:

Menurut Pezeshkian, Iran harus bersikap realistis terhadap situasi yang sedang dihadapi. "Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini," ujarnya.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan yang mendesak warga AS di seluruh dunia untuk "meningkatkan kewaspadaan" terkait perang dengan Iran. Peringatan tersebut menyatakan bahwa "karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, kondisi keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga."

Perang di Timur Tengah ini kembali memanas setelah sempat mereda selama beberapa pekan akibat kesepakatan yang diteken pada Juni lalu. Harga minyak dunia pun melonjak ke level tertinggi dalam sebulan terakhir seiring perebutan kendali atas Selat Hormuz, jalur yang pada masa damai dilalui seperlima pasokan minyak dunia.

Blokade di selat tersebut kembali diberlakukan oleh Teheran, sedangkan Washington membalas dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Situasi ini menyebabkan ketegangan antara kedua negara semakin meningkat.

Dalam beberapa hari terakhir, serangan militer AS terhadap Iran telah meningkat. Presiden Iran menyatakan bahwa negaranya siap menghadapi berbagai kemungkinan dan akan terus melawan AS.

Krisis ini telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional. Banyak pihak yang khawatir bahwa perang skala penuh antara Iran dan AS dapat berdampak besar pada keamanan dan stabilitas global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *